TERKINI

Tampilkan postingan dengan label daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daerah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Februari 2014 | 09.59

Dahsyatnya Letusan Gudung Kelud Lebih Besar Dibanding 1990



Jatenpos.com, Ratusan bahkan ribuan orang berlari -lari menuruni Gunung mencari perlindungan. Suara gelegar dan kilat yang menyambar terdengar hingga radius 45 km. Hujan abu membuat jarak pandang hanya berkisar 25 meter. Letusan Gunung Kelud yang dahsyat membuat semua warga berhamburan menyelamatkan diri.

Gunung Kelud mulai meletus dan mengeluarkan ratusan ribu kubik material vulkanik, kamis kemarin sekitar pukul 23.00. "Gunung Kelud telah meletus pada pukul 22.50 WIB, suara letusan eksplosifnya sangat dahsyat," ujar Gede Suartika, Pejabat Pelaksana Bidang Pengamanan dan Penyelidikan Gunung Api, saat dikonfirmasi.

Letusan Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Malang, dan Blitar, diperkirakan lebih besar daripada letusan yang pernah terjadi pada 1990. Pada 1990, ketinggian lontaran material vulkanik dari letusan Gunung Kelud tercatat mencapai sekitar 8 kilometer. "(Indikatornya) tinggi lontaran vulkanik dari letusan ini mencapai 17 kilometer," ujar Pelaksana Tugas Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG, Gede Swantika.

Abu letusan Gunung Kelud terlontar sampai ke kota - kota yang relatif jauh dari lokasi gunung. "Abu terpantau antara lain sampai ke Ponorogo, Mojokerto, dan Surabaya," sebut siaran pers PVMBG. Lokasi kota-kota yang dicontohkan itu jauh dari lokasi gunung. Ponorogo, misalnya, sudah mendekati Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun Surabaya jauh di utara lokasi Gunung Kelud. (Ambar)

Waspada Pergerakan Angin Pembawa Material Vulkanik

Jatenpos.com, Material letusan Gunung Kelud bakal menyebar ke berbagai arah menyusul perubahan arah angin. Jika sebelumnya semburan material vulkanik mengarah ke barat daya Gunung Kelud (termasuk Jawa Tengah), kini material vulkanik juga sampai ke timur, termasuk Surabaya dan sekitarnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan hujan abu, pasir, dan kerikil akibat erupsi Gunung Kelud mencapai radius 15 km ke arah barat dan barat daya.

Hal itu dikemukakan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkat tertulis yang diterima Bisnis, Jumat (14/2) pada pukul 00.03 dini hari.

Dia mengatakan sejak letusan pertama pada Kamis (13/2/2014) pukul 22.50 WIB, erupsi Gunung Kelud masih terus berlangsung hingga saat ini.

“Saya saat ini sedang dalam perjalanan ke Kediri. Update akan disampaikan,” ujarnya.

Hal yang sama dikicaukan oleh @infobencana pada Jumat (14/2) pagi ini, “vektor angin pukul 03.00 wib,untuk prediksi pergerakan abu gunung Kelud, angin mengarah ke timur laut kecepatan 10km/jam”. Hal itu disebabkan perubahan arah angin dari sebelumnya ke arah barat kini berganti ke arah timur laut.

Selasa, 11 Februari 2014 | 19.24

Valentine vs Kearifan Lokal

Jatenpos.com, Pemerintah daerah di beberapa daerah mengeluarkan kebijakan larangan merayakan Hari Valentine bagi pelajar. Perayaan budaya asing tersebut dianggap bertentangan dengan kearifan lokal dan budaya Indonesia.

Pemerintah Kota Mataram, Nusatenggara Barat merupakan salah satu pemerintah daerah yang melarang Hari Valentine tersebut. Larangan perayaan Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang yang jatuh setiap tanggal 14 Februari dikeluarkan melalui surat imbauan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga daerah.

“Kami sudah mengeluarkan surat larangan perayaan Valentine ke sekolah-sekolah, sebagai antisipasi digelarnya perayaan Hari Valentine di sekolah,” ungkap Ruslan Effendy selaku Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram, Ahad (9/2). Ruslan mengatakan, hal ini sebagai upaya mencegah pelajar Kota Mataram agar tidak terjebak dalam hal-hal di luar kearifan lokal dan budaya Indonesia. Karena itu, pemerintah melarang segala sifat dan bentuk apa pun pelaksanaan kegiatan Valentine di sekolah-sekolah.
 
Ruslan juga menambahkan, “Hal itu juga sesuai dengan imbauan yang dikeluarkan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh pada tahun-tahun sebelumnya,”. Menurut dia, saat ini sekolah-sekolah diimbau tetap lebih memfokuskan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Terutama menghadapi persiapan ujian sekolah dan ujian nasional yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Hal yang sama diterapkan di Kampar, Riau, para pelajar juga tidak bisa menggelar acara Valentine Day. Jika ketahuan, akan diberikan sanksi oleh pemerintah setempat. Kepala Sekolah SMU Negeri 2 Bangkinang Abdul Latif mengatakan, “Perayaan ini tak sesuai dengan adat Kampar dan agama Islam,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kampar, Amri Salam mengimbau agar seluruh sekolah memberitahukan kepada siswa dan mohon dukungan masyarakat agar tidak merayakan Valentine Day. Menurutnya perayaan hari kasih sayang dinilai merusak akhlak dan moral kaum muda.


Senin, 10 Februari 2014 | 18.51

CFD Solo Disalah Gunakan

Jatenpos.com, Lokasi Car Free Day (CFD) di Jl Slamet Riyadi Solo ternyata menjadi tempat yang disalah gunakan oleh pihak tertentu untuk kegiatan politik. Pihak yang terkait mengaku kecolongan dengan adanya kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo Yosca Herman Soedrajat mengungkapkan, pihaknya tidak menyangka kegiatan tersebut ditunggangi kegiatan politik berupa dukungan sebuah ormas terhadap salah satu tokoh menjadi calon presiden (capres). Surat ijin permohonan penggunaan venue CFD tidak ada materi yang menyebutkan kegiatan politik.

“Kami tahunya itu kegiatan musik saja. Tidak tahunya ada kegiatan seperti itu,” kata Yosca kepada wartawan, Senin (10/2). Menindaklanjuti permasalahan ini, pihaknya akan memanggil ormas yang bersangkutan untuk mengklarifikasinya.

Dishubkominfo akan menggelar rapat dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) serta Kepolisian.“Akan dirapatkan dengan instansi terkait. Kami tidak ingin nanti jadi korban tumpuan kesalahan,” ungkapnya.

Yosca sendiri berjanji lebih memperketat perijinan kepada pengisi kegiatan CFD mulai pekan depan. Pihaknya tidak ingin kegiatan bebas kendaraan bermotor itu ada unsur muatan politik di dalamnya.“Kami tidak ingin dibilang pilih kasih. Pokoknya kalau ada even yang berbau politik, langsung kami coret,”terangnya.

Sabtu, 08 Februari 2014 | 14.31

Kereta Api Harus Siap 'Membelah' Pulau Sulawesi

Jatenpos.com, Dengan semakin maju dan perkembangnya perekonomian Sulawesi terutama Sulawesi Selatan, menjadikan pengadaan mode transportasi massal seperti kereta api menjadi semacam kebutuhan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, siap memperjuangkan pengadaan atau terealisasinya kereta api di Sulawesi Selatan, khusus 2015 mendatang.
Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Dr Ir Lambang Basri juga membenarkan bahwa Sulsel dan Pulau Sulawesi sangat membutuhkan kereta api. Dari Garasi Foundation, Heny Handayani dan Imran Eka Saputra menegaskan, bahwa proyek pembangunan kereta api di Sulsel jangan hanya menjadi sebuah mimpi di siang bolong. "Harus ada optimisme dan realisasi konkret untuk membangun kereta api di Sulsel," kata Henny.

Kemudian dalam Bincang Garasi yang diselenggarrakan lembaga sosial dan riset Garasi Foundation, di Gedung Mulo Disbudpar Sulsel diungkapakan,  "Sulsel adalah salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia maka 2015 akan mulai dibangun. Itu sudah menjadi komitmen kami di pusat," ungkap Direktur Lalu Lintas Kereta Api Kementerian Perhubungan RI, Hanggoro

Namun, semua rencana ini masih akan dibicarakan secara teknis dengan pemerintah daerah terkait. Termauk Soal dana sebesar Rp 5 triliun untuk merealisasikan transportasi massal tersebut. Lalu, bagaimana pemerintah daerah dan pusat bekerjasama.Tahun ini Kementerian Perhubungan akan membicarakan tahap relokasi jalur Makassar-Parepare. "Kami sudah komitmen dengan gubernur Sulsel (Syahrul Yasin Limpo) berjanji akan membebaskan lahan," katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, Zainuddin yang juga tampil sebagai narasumber dalam bincang tersebut mengakui wilayahnya juga sudah terkena imbas macet. "Kami harus akui butuh transportasi massal," katanya pada Bincang Garasi di Gedung Mulo. Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Parepare Syahrial menyambut baik kereta api karena akan meningkatkan laju perekonomian. "Ini juga akan mengurangi pengangguran," katanya. Pakar transportasi, Prof Dr Ing M Yamin Jinca menyebutkan bahwa kereta api sudah mutlak direalisasikan. "Karena memang kita sudah membutuhkan kereta api di Sulsel," katanya.

Jumat, 07 Februari 2014 | 15.26

Bengkulu Harus Siap Menjadi Cyber Province

Jatenpos.com, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu membuka Dinas Komunikasi dan Informatika. Permintaan itu dianggap Tifatul sebagai salah satu cara untuk menjadikan Bengkulu sebagai cyber province.

"Supaya tidak kalah dengan daerah-daerah lain. Supaya anak-anak sini berjualan melalui internet karena tersebar ke seluruh dunia, orang bisa jadi tahu, termasuk pariwisatanya," kata Tifatul kepada wartawan setelah membuka acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014 di Sport Centre Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Kamis (6/2) malam yang dilansir oleh metronews.com.

Apalagi, kata dia, jumlah IP adress (alamat protokol internet) di seluruh Indonesia di tahun 2013 sudah mencapai 72 juta. Dia menghitung, jika rata-rata satu cabang IP adress digunakan dua orang, berarti terbilang 144 juta orang menggunakan internet.

Tifatul menegaskan, jumlah tersebut merupakan potensi besar yang harus dimanfaatkan mengingat industri kreatif dan pariwisata di Bengkulu cukup kaya. Salah satu yang perlu dilakukan adalah menawarkan keindahan dan keunikan khas Bengkulu di dunia maya.

"Tinggal koperasi-koperasi itu disambungkan dengan IT (teknologi informasi). Sebab, sekali kita tersambung ke internet kita akan tersambung secara global," ujarnya.Bengkulu jangan sampai seperti katak di bawah tempurung, kata Tifatul. Potensi besar yang bakal meningkatkan ekonomi masyakarat Bengkulu harus diperkenalkan kepada dunia luar.

"Orang harus diundang datang ke sini, sehingga orang bawa uang, belanja, pakai hotel di sini, orang beli souvenir di sini. Uangnya dibelanjakan untuk makan orang Bengkulu, ini akan meningkatkan ekonomi Bengkulu," tambahnya.Karena itu, lanjut Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, penyelenggaraan HPN 2014 harus dijadikan momentum untuk membuka isolasi yang selama ini membelenggu Bengkulu. Terlebih, HPN merupakan acaranya para pewarta Indonesia. "Inilah peluang pemasaran bagi Bengkulu, ini anugerah juga HPN ke-68 diadakan di sini," kata Tifatul.


Selasa, 04 Februari 2014 | 12.06

Baru Ikut Gaple Pertama Kali, Langsung Kena 'Ciduk'

Jatenpos.com, Aparat Satreskrim Polres Karanganyar, Jawa Tengah menciduk lima orang pria yang tengah asyik bermain judi kartu domino (gaple). Dua di antara pelaku yang diamankan sudah berusia lanjut.

Mereka ditangkap saat tengah asyik bermain di rumah kediaman Tomo warga Dukuh Bonoroto, RT 3/ RW 12 Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Kelima penjudi ini tidak dapat berkutik saat petugas melakukan penggrebekan. Merekapun tidak melakukan perlawanan dan hanya bisa pasrah saat digiring masuk ke dalam mobil polisi.

"Saya baru pertama kali main judi kartu domino. Itu pun hanya iseng-iseng saja, bukan untuk main besar-besaran," jelas Tukiman (55) di hadapan petugas, Senin (3/2/2014).

Kasubag Humas Polres Karanganyar, AKP Didik Nurcahyo mengatakan dalam lansiran okezone, perjudian yang dilakukan kelima orang tersebut dianggap telah meresahkan masyarakat sekitar yang tinggal tidak jauh dari lokasi perjudian.

Kelima penjudi tersebut diketahui bernama Tukiman (55), Bayu Hermawan (24), Agus Priyono (24), Supardi (40), Mardiyanto (50). Pada saat penangkapan, turut diamankan pula barang bukti berupa satu set kartu domino dan uang sebesar Rp216 ribu.

Sebelum penggerebekan, kata Didik, aparat kepolisian sudah menerima informasi dari masyarakat terkait maraknya perjudian di daerah Plesungan, Gondangrejo dan pihaknya langsung menyelidiki lokasi tersebut.

"Anggota Polisi Polsek Gondangrejo segera melakukan penyelidikan dan mendapatkan lima orang sedang bermain judi kartu domino di lokasi," ujar Didik di Mapolres Karanganyar.

Didik menuturkan, dalam aksinya para pelaku menyiasati judi dengan menaruh uang dalam jumlah tidak terlalu besar. Tujuannya, agar banyak orang yang tertarik untuk ikut bermain judi setelah melihat uang taruhannya tidaklah terlalu besar.

"Modusnya, para pelaku bermain judi domino, dengan cara menaruh uang taruhan bukan dalam jumlah besar. Namun, dalam jumlah kecil. Jadi orang yang melihatnya tertarik dan ikut bermain karena uang taruhannya kecil," tutur Didik.

Didik menambahkan, berdasarkan keterangan, para pelaku baru kali pertama melakukan perjudian.

Namun, aparat kepolisan tidaklah begitu percaya dan masih melakukan penyidikan terhadap para pelaku dan juga lokasi penangkapan. Para pelaku dijerat Pasal 303 KUHP, dengan ancaman penjara paling lama lima tahun penjara.

"Menurut keterangan para tersangka bahwa aksi judi ini baru sekali dilakukan, namun akan dikembangkan oleh penyidik melalui info lingkungan di TKP," pungkasnya.


Kamis, 30 Januari 2014 | 12.08

Dongkrak Popularitas, Seminar Guru Dijadikan Ajang 'Coblos' Politik

Jatenpos.com, Tahun 2014 benar-benar tahun politik di Indonesia. Berbagai cara dilakukan para calon wakil rakyat untuk menarik perhatian masyarakat. Mulai cara legal sampai ilegalpun tidak menjadi halangan demi tercapainya tujuan. Acara-acara pemerintahan yang seharusnya bebas dari promosi para calon pemimpin ini tak luput menjadi incaran.

Seminar Sehari Persatuan Guru Repiblik Indonesia (PGRI) di Gedung Persatuan Masyarakat Surakarta (PMS) lalu ternyata dimanfaatkan Sulistiyo, calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) wilayah Jawa Tengah untuk menarik dukungan para guru agar memilihnya.

Seminar yang bertajuk Empat Pilar Kebangsaan dan Perjuangan PGRI, awalnya berjalan sesuai tema. Sekitar 500 guru yang berasal dari Kecamatan Serengan dan Pasar Kliwon tampak hadir memenuhi aula.

Setiap guru yang hadir mendapat buku yang berisi materi pidato. Anehnya pada bagian belakang sampul merah itu tertera sejumlah foto Sulistiyo, pria yang juga ketua PB PGRI. Pada materi yang disampaikan juaga tersirat ajakan untuk memilih Sulistiyo pada pemilihan umum April mendatang.

Sulistiyo merupakan representasi PGRI Jawa Tengah yang dipilih secara aklamasi sebagai ketua PB PGRI. Dia dicalonkan sebagai anggota DPD. Ini saya tidak kampanye.

"Saya cuma menjadi sukarelawan, ingin mengabarkan dan menyampaikan berita, Sulistiyo dicalonkan lagi sebagai calon DPD Jawa Tengah. Kalau diusulkan sebagai DPD kira-kira setuju enggak?” kata salah satu tim sukses,KRT Sardikan BBA, seperti dikutip di Solopos, saat menyampaikan pidatonya.

Saat dikonfirmasi setelah acara, ketua Ketua PGRI Solo, Sugiaryo,berdalih jika yang disampaikan dalam forum itu bukan berupa ajakan politik melainkan hanya forum seperti biasa. (Ningrum)


Rabu, 29 Januari 2014 | 13.49

Awas! Jamu Mematikan Beredar

Jatenpos.com, Jamu pada dasarnya sangat baik untuk tubuh. Apalagi dalam pembuatannya, biasa menggunakan bahan-bahan tradisional yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti kencur, kunyit, asem dan sebagainya. Namun apa jadinya jika jamu yang biasa dikonsumsi ternyata terbuat dari bahan yang berbahaya dan bahkan bisa mengancam keselamatan. Inilah yang terjadi di Sukoharjo beberapa waktu lalu.

Kepolisian Resor (Polres) Sukoharjo menyita ratusan liter minuman keras jenis ciu dari berbagai lokasi di Kabupaten Sukoharjo. Dalam razia tersebut, polisi mendapatkan temuan terbaru berupa modus penjualan ciu dengan menyamarkannya menjadi jamu.

Kasat Narkoba Polres Sukoharjo, AKP Suparmin, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari, dalam gelar perkara di Mapolres Sukoharjo, mengatakan awalnya pihaknya mendapat informasi dari masyarakat mengenai peredaran miras di Kecamatan Tawangsari.

Dalam penelusuran polisi, mereka menemukan tiga gentong yang terbuat dari tanah liat berisi ciu yang dicampur kulit kayu manis dan bahan aroma di rumah EC, 45, warga Karangturi, dalangan, Tawangsari. Sesuai keterangan tersangka, tiga gentong di rumahnya digunakan untuk membuat jamu tradisional.

“Pelaku mengaku kalau barang-barang itu bukan miliknya. Semua barang tersebut milik SGP yang tinggal di Kartasura. Kata dia, cairan dalam gentong mau dibikin jamu. Tetapi bahannya dari ciu yang memiliki kadar alkohol 20 persen. Dia berencana menjualnya ke Solo,” jelasnya.

Polisi mengatakan jika modus yang digunakan para tersangka ini tergolong modus baru. AKP Joko Sugiyanto, Kasubbag Humas Polres Sukoharjo menambahkan, para tersangka dikenai Perda Nomor 7/2012 Tentang Minuman Keras. Ancaman hukuman bagi pelaku adalah denda Rp50 juta atau enam bulan kurungan penjara.

“Khusus untuk ciu yang dikatakan sebagai jamu, jika dalam pemeriksaan lanjutan ramuan  itu ternyata membahayakan kesehatan, maka pelaku dapat dijerat dengan UU Kesehatan Pasal 196 jo 98 UU RI nomor 36/2009. Ancamannya kurungan 10 tahun atau denda Rp1 miliar", tambahnya. (Ambar)


Senin, 27 Januari 2014 | 11.41

Wow! Anggaran Promosi Daerah Ini Naik Hingga 200%

Jatenpos.com, Promosi sering kali digunakan untuk memperkenalkan suatu produk barang maupun jasa. Biasanya Kenaikan anggaran promosi diberikan jika daerah bisa mengolah destinasi wisata yang mereka miliki dengan baik. Daerah ini menjadi salah satu daerah yang menerima kenaikan anggaran yang paling besar dibandingkan daerah lainnya. Daerah manakah itu?

Karanganyar merupakan daerah yang menerima anggaran paling besar hingga mencapai 200% tahun ini. Pada tahun lalu, Anggaran promosi daerah hanya sekitar Rp50 juta, kini melonjak hingga mencapai Rp200juta.

Istar Yunianto,Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar menyebutkan anggaran tersebut digunakan untuk membiayai berbagai promosi di Karanganyar.“Kegiatan pengembangan promosi pariwisata membutuhkan dana yang tak sedikit. Makanya, anggaran promosi tahun ini dinaikkan", katanya.

Pihaknya berjanji akan terus berupaya meningkatkan citra pariwisata Karanganyar terutama objek wisata alam di Lereng Gunung Lawu seperti air terjun Grojogan Sewu, Candi Sukuh, dan Candi Cetho. “Objek wisata alam di Karanganyar cukup potensial makanya harus ada program promosi yang benar-benar mampu meningkatkan citra pariwisata,” papar dia. Langkah ini dilakukan untuk menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. (Ambar)


Kamis, 23 Januari 2014 | 11.07

(Hanya) 3 Jam Beroperasi, Sindikat Pengemis Raup Hingga Ratusan Ribu

Jatenpos.com, Keberadaan pengemis yang merebak di kota-kota besar saat ini sangat meresahkan masyarakat. Setiap sudut kota selalu dipenuhi orang yang meminta-minta. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tidak malu untuk mengemis demi lembaran rupiah. Namun tidak sering para sindikat justru memanfaatkan rasa kasihan masyarakat demi meraup uang puluhan bahkan hingga ratusan juta dalam sebulan.

Penghasilan sindikat pengemis Solo yang beroperasi di car free day (CFD) Solo cukup mencengangkan! Bayangkan saja hanya dalam waktu 3 jam saja para pengemis ini bisa meraup uang Lebih dari Rp 100.000. Para pengemis itu biasanya bergerombol dikawasan pertokoan hingga perempatan jalan.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah membongkar setidaknya 25 sindikat pengemis yang selama ini meresahkan warga. Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP, Bambang M.B.S, mengatakan, "Razia tersebut merupakan yang kali pertama digelar di tahun 2014".

Pihaknya berharap hasil dari penertiban itu dapat menjadi pintu masuk dalam menyelidiki sindikat pengemis di Solo. “Perlu diketahui apakah mereka bergerak sendiri atau justru dikoordinasi pihak tertentu,” ujarnya. (Ambar)

Selasa, 21 Januari 2014 | 10.43

Abdullah 'Single Fighter', Atasi Bencana Besar

Jatenpos.com, Banjir dan bencana lainnya seperti tanah longsor serta kebakaran hutan memang sedang menghantui negeri ini. Selain cuaca yang semakin tidak menentu, kerusakan lingkungan menjadikan kondisi lebih parah. Namun ditengah keadaan ini ternyata ada seorang tokoh 'Single Fighter' yang memiliki cara dalam mengatasi bencana. 

Tokoh pria tersebut bernama Abdullah, lelaki kelahiran 31 Desember 1960 yang berdomisili di Papandangan, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Abdullah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulbar dan Pemkab Polewali Mandar sebagai tokoh penyelamat lingkungan pada akhir tahun 2013 lalu.

Hal ini dikarenakan upayanya semenjak tujuh tahun silam untuk menghijaukan kembali wilayah desanya yang Kritis. Saat itu, desa tersebut gersang dan gundul, bahkan sering kali terjadi bencana seperti banjir dan longsor. Namun sudah lima tahun terakhir bencana seperti itu sudah tidak pernah terjadi. Abdullah pada awalnya hanya menanam 2.000 pohon sengon untuk wilayahnya. Sekarang telah terjadi banyak perubahan di desanya dan Abdullah telah berhasil memberikan inspirasi bagi warga desa.

"Saya saja sudah tanam 2.000 pohon sengon, 300 pohon nato, 400 pohon jati putih, dan 100 pohon mahoni. Belum lagi kelompok saya yang juga sudah menanam pohon jumlahnya puluhan ribu," ungkap Abdullah. Sayangnya, pengadaan bibit baru masih menjadi kendala besar baginya. Selain itu, permintaan dari warga disekitarnya kini terus meningkat.

Kini lahannya tersebut sangat produktif. Ada pohon durian, mangga, duku dan berbagai jenis buah lainnya. Belum lagi tanaman pohon lain yang bernilai ekonomis. Menurut Abdullah, banyak perusahaan yang mendekatinya untuk membeli lahan dan dia mengatakan, "Pohonnya masih kecil. Nanti kalau yang membeli itu menebang secara serampangan, sia-sia usaha saya menanaminya,".

Abdullah juga menambahkan bahwa dirinya akan menjual kayu-kayu tersebut jika telah mencapai umurnya dan melakukan tebang pilih untuk menyiapkan tanaman pengganti. Hal ini dia sadari bahwa menjaga keberlangsungan lingkungan merupakan kewajiban bagi seluruh warga. Jadi, bagaimana dengan daerah asalmu? (Ken)


Kamis, 02 Januari 2014 | 10.35

Berkah Lawu Di Awal Tahun 2014

Jatenpos.com, Seperti yang kita tahu Gunung Lawu menjadi salah satu gunung yang menjadi detinasi menarik bagi para pengunjung. Oleh karena itu, banyak berkah yang dapat dinikmati oleh siapapun yang ada disana, seperti di awal tahun 2014.

Gunung yang berada diperbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Barat ini tidak pernah sepi pada saat musim liburan seperti sekarang.

Salah satu pemilik warung makan di depan pos Cemoro Kandang, Ngadimin mengungkapkan "Tahun ini banyak banget pengunjungnya soalnya cuacanya cerah. Jadi, banyak yang mampir ke Cemoro Kandang ini".

Beberapa pengunjung juga transit sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke Telaga Sarangan, Magetan, atau air terjun Grojogan Sewu, Tawangmangu, Karanganyar.

Cuaca Gunung Lawu yang cerah juga menjadi incaran mereka yang memiliki hobi untuk melakukan pendakian. Seperti rombongan pendaki dari Grobogan yang mengincar sapaan sinar matahari di awal tahun 2014 dari puncak Lawu.

"Sekalipun hujan, kita tetap akan naik ke puncak Lawu. Tapi Alhamdulilah, meskipun dari puncak Lawu bisa melihat daerah di bawah cuacanya buruk, untungnya puncak Lawu cerah". ungkap Satrio, salah satu anggota rombongan tersebut pada Rabu (1/1).

Satrio menambahkan, "Jadi, kita bisa merasakan hangatnyaa sinar matahari pertama di awal tahun". 

Cuaca cerah di Gunung Lawu yang eksotis ini tidak mengurangi kewaspadaan dari para petugas tim gabungan SAR dari Basarnas Pos Surakarta, Anak Gunung Lawu, Surakarta Emergency Squad, serta KSR PMI Universitas Sebelas Maret tetap siap siaga. (Jado/Edt)


Selasa, 31 Desember 2013 | 15.06

Kehidupan Abad XV Terulang Ditempat Ini

Jatenpos.com, Indonesia kaya akan budaya dan ragam peninggalan sejarah dari berbagai suku dan ras. Keragaman tersebut selalu menjadi mahnet bagi para pecinta budaya. Namun apa jadinya jika terjadi  pengulangan sejarah dimana suasana-suasana abad XV kembali terwujud.

Ketika pergantian tahun tiba, masyarakat banyak yang memanfaatkan untuk berkunjung pada pusat-pusat keramaian. Namun berbeda dengan kegiatan yang dilakukan di Karangannyar, tepatnya di Candi Sukuh.

Candi ini merupakan candi dengan hindu abad XV. Candi yang berada di lereng gunung ini memiliki keistimewaan tersendiri dengan pemandangan yang ditawarkan serta adanya relief burung Garudeya atau disebut juga burung Garuda.

Pagelaran seni akan dilakukan ditempat tersebut pada tanggal 31 Desember dan 1 Januari untuk menyambut malam pergantian tahun. Pagelaran yang bertajuk Srawung Candi ini sengaja dilakukan di komplek candi sebagai jejak sejarah peradaban dan budaya. 

Retno Sayektiselaku koordinator pelaksana, Lawu, Senin (30/12) menuturkan, "Di mana ada candi, di sana ada konteks kehidupan, selain itu, candi juga bisa menjadi sumber kreativitas dan sumber cipta seni lingkungan hidup bagi para seniman".

Sejumlah seniman dalam negeri diantaranya Joko Porong (Surabaya), Sulfiana (Makassar), Nedi Winusa (Padangpanjang) dan Malang Dance (Malang). 

Sedangkan untuk seniman luar negeri diantaranya Sri van Der Kroef (Amerika), Yui Nakagami (Jepang), Anna Rubio Llamb (Spanyol), kelompok La Manga Video y Danza (Meksiko), dan Lena Tempich (Jerman).

“Kami akan menampilkan kesenian ketoprak serta reog” imbuhnya. Selain itu juga akan menghadirkan komunitas Sedulur Sikep dari Sukolilo, Pati. Hal yang berbeda pada pagelaran tahun ini akan disertai pula Workshop seni bambu oleh Bibit Jrabang Waluyo Wibowo.

Workshop tersebut digelar dua hari sebelum pementasan Srawung Candi digelar. Hasil dari workshop tersebut akan dipamerkan di sekitar pelataran Candi Sukuh selama kegiatan berlangsung. (Jado/Edt)


Senin, 30 Desember 2013 | 11.39

Nikmatnya "One Way" Menuju Tawangmangu

Jatenpos.com, Tawangmangu selalu jadi salah satu tempat wisata untuk menyambut malam pergantian tahun. Untuk keluarga yang ingin berlibur disana pastikan untuk mengetahui jalur yang akan dilalui. Untuk itu, nikmatilah jalan luas "one way" menuju Gunung Lawu dengan suka cita. 

AKP Suwarsi Kasatlantas Polres Karanganyar,  menjelaskan, “Seperti pada perayaan Lebaran lalu, arus lalu lintas akan diberlakukan searah di jalur Tawangmangu mulai dari Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Somokado” ungkapnya, Minggu (29/12)

Rekayasa lalu lintas untuk malam pergantian tahun ini diperuntukkan mengurai kemacetan lalu lintas yang diprediksi akan mengalami penumpukan pada malam pergantian tahun.

Satlantas Polres Karanganyar akan dibantu oleh Kodim 0727/Karanganyar, petugas perlindungan masyarakat (linmas) dan elemen masyarakat lainnya seperti karang taruna. “Petugas akan disebar dan stand by di sepanjang jalur Tawangmangu". tambahnya.

“Kendaraan bermotor baik roda empat dan roda dua dilarang diparkirkan di bahu jalan sepanjang jalur Tawangmangu,”
ujar Kasatlantas. Para pengendara juga dihimbau untuk memperhatiakan dua tanjakan yang rawan terjadi kemacetan, seperti Blumbang dan Gondosuli.

Sedangkan untuk keamanan dan keamanan dilokasi Tawangmangu sendiri, AKP Riyanto, Kapolsek Tawangmangu menuturkan, “Kami akan berpatroli setiap saat untuk mengantisipasi bila terjadi tindak kriminal”.

Untuk lokasi parkir para pengunjung sendiri telah disediakan tiga kantong parkir yaitu di terminal Tawangmangu, Balekambang, dan sekitar jalan tembus Tawangmangu-Magetan. (Ken/Edt)



Sabtu, 28 Desember 2013 | 08.59

Organisasi Pemuda Di Karanganyar Mencetak Pahlawan baru!


Jatenpos.com, Meskipun saat ini lebih banyak ada berita negatif mengenai remaja, namun tidak bagi para remaja Karanganyar ini. Bahkan mereka akan menjadi pahlawan yang siap membantu tanpa pamrih.

Sejumlah 900 anggota Palang Merah Remaja (PMR) Karanganyar mengikuti perkemahan jumpa gembira bersama (Jumbara) yang digelar tiga hari di Matesih, Karanganyar.

Drs Samsi Msi selaku Sekda Karanganyar yang membuka jumbara tersebut pada Jumat (27/12) mengatakan, "Kami mengajak para remaja untuk ikut aktif dalam upaya tanggap bencana". 

Samsi Menambahkan, "14 wilayah kecamatan di Karanganyar termasuk daerah rawan bencana, membutuhkan relawan yang sangat banyak. PMR termasuk salah satu yang diharapkan ikut aktif dalam kegiatan tanggap bencana".

Hal ini juga diungkapkan langsung olah Sugiarto, Kepala Markas PMI, "Ada 13 keterampilan yang harus diikuti oleh para anggota PMR, termasuk yang akan dilaksanakan pada setiap jumbara. Karena itu diharapkan dengan mengasah keterampilan ini, mereka benar-benar siap saat diminta bantuan terjun ke arena bencana". 

Pelatihan ini diberikan seputar keterampilan menolong korban baik bencana alam maupun lainnya, perawatan kesehatan, kelalulintasan dan lainnya. Diharapkan melalui kegiatan ini, remaja semakin terlatih positif selain untuk menyalurkan kegiatan sosial pada kontak langsung dengan masyarakat. 

Output dari pelatihan ini adalah peningkataan kepekaan untuk sesama. Merekalah calon pahlawan-pahlawan baru yang akan rela keluar dari zona kenyamanan untuk membantu para korban bencana alam (Ken/Edt)



Selasa, 24 Desember 2013 | 13.39

Karanganyar memiliki Langkah Jitu Memerangi AIDS!

Jatenpos.com, AIDS memang sering menjadi momok di kalangan masyarakat, namun persepsi yang berkembang justru mengalami kekeliruan. Lalu bagaimana dengan Karanganyar Bersih AiDS 2014?

Untuk meluruskan persepsi yang berkembang pada masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar menggelar seminar Penanggulangan AIDS dirumah dinas bupati, Senin (23/12). Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan Karanganyar Bersih AIDS 2014. Sejumlah praktisi dan perwakilan dari instansi kesehatan dan juga siswa SMA turut serta dalam kegiatan ini.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo yang hadir pula dalam kegiatan ini ikut menyampaikan, “Untuk mencegah anak-anak kita terhindar dari virus AIDS, bisa dimulai dari lingkungan keluarga dengan memperkuat landasan agama dan moral. Itu harus terus ditanamkan”.
Walaupun banyaknya kasus AIDS diKaranganyar tergolong rendah, sebanyak 173 kasus, namun Rohadi juga menambahkan “Kita jangan menganggap remeh jumlah tersebut. Karena secara tidak sadar itu bisa menular ke siapa saja, terutama lewat pergaulan bebas anak-anak muda yang semakin tidak terkontrol”.  

Dinkes Karanganyar yang diwakili Fathul Munir selaku Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) menambahkan, “Kita harus kerja keras. Tahun 2014 nanti Karanganyar terbebas dari AIDS. Cukup sampai di sini (2013) saja”. (Fitriah/Edt)



Senin, 23 Desember 2013 | 13.34

Ada Yang SPESIAL!! Di Tawangmangu Menjelang Akhir Tahun

Jatenpos.com, Liburan di akhir tahun memang menjadi salah satu liburan yang ditunggu. Apalagi jika liburan ini kita dapat melakukannya di luar kota dengan suasana pegunungan ala Tawangmangu. Namun Taukah anda, ada sesuatu yang spesial yang disuguhkan dari keindahan bumi pegunungan di Tawangmangu.  

Pernyataan dari seorang penjaga hotel, Gianto (54) pada hari minggu (22/12) di kawasan Tawangmangu mengungkapkan, “Pasti (kamar) semuanya padat. Apalagi pada malam tahun baru. Orang-orang dari luar Karanganyar juga pada datang ke sini”. 

Meningkatnya permintaan ini menjadikan harga sewa kamar menjadi meningkat tiga kali lipat. Inilah yang menjadikan tempat-tempat di tawangmangu menjadi spesial selain ditunjang dengan peningkatan kualitas pelayanan dan fasilitas.

“Semua kamar pasti penuh. Makanya ini mulai saya disiapkan segala macamnya”, tambah Gianto. Menurutnya 11 kamar di tempat ia bekerja sudah disiapkan berbagai macam kebutuhan untuk para penyewa kamar dan melakukan beberapa pembenahan. 

Kenaikan harga ini sebelumnya telah disepakati antara pemilik hotel dan PT Duta, selaku pengelola hotel dan objek wisata Tawangmangu. 

Gianto juga menuturkan, “Kalau di sini hari biasa Rp 150.000 per malam. Untuk Minggu itu Rp 200.000 per malam. Nah, kalau libur akhir tahun bisa mencapai Rp 450.000 per malam”, ungkapnya. (Fitriah/Edt)



Jumat, 20 Desember 2013 | 06.46

No 4 Bukan Berarti Baik Untuk Kota Disini

Jatenpos.com, Urutan makin kecil tak berarti baik untuk sebuah peringkat, Lalu apa yang membuat Karanganyar tidak baik dengan no 4? 

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mengenai bencana alam yang terjadi di tahun 2013 hingga akhir Bulan September, tercatat sejumlah 309 kejadian bencana alam. Hal ini mungkin tidak sebanyak peristiwa yang terjadi di tahun 2012 untuk wilayah Jateng sebanyak 1.003 kejadian dengan total kerugian hingga Rp159 miliar. 

Pada rapat koordinasi(rakor) penanggulangan banjir dan tanah longsor di Kantor BPBD Karanganyar, Rabu (18/12), disampaikan bahwa Karanganyar ada pada daerah rawan bencana alam peringkat empat se-Jateng. Hal ini dikarenakan banyaknya potensi bencana alam seperti tanah longsor, banjir bahkan angin lesus.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng, menyebutkan bahwa pada bulan Januari-Februari akan menjadi puncak musim penghujan. Ini berarti wilayah Jateng harus tetap siaga dan waspada pada musim rawan bencana tersebut.

“Pemetaan daerah rawan bencana alam sudah dilakukan termasuk sarana dan prasarana serta personel” ungkap Sarwa Pramana, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jateng. Pihaknya  selain akan menyerahkan dana tanggap bencana untuk BPBD se-Jateng juga tengah menginstruksikan pada setiap BPBD di daerah untuk menyiapkan sarana dan prasarana serta personel tanggap bencana alam.

Sedangkan Aji Pratama Heru K, Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar mengungkapkan telah melaksanakan pelatihan  meenghadapi bencana alam, seperti tanah longsor dan bencana banjir.  “Kami akan stand by selama 24 jam. Semuanya sudah siap termasuk sarana dan prasarana serta logistik” ungkap Heru. (Ken/Edt)



Senin, 16 Desember 2013 | 15.15

Bupati Karanganyar : Ini Bukan Sensasi!

Jatenpos.com, Pada umumnya, pelantikan walikota diberbagai wilayah di Indonesia dilakukan di kantor walikota itu sendiri. Namun pada pelantikan bupati karanganyar kali ini, ada keunikan yang tidak biasa terjadi.

Warga Karanganyar tentu tau dimana titik nol kilo meter bagi kota ini. Dititik inilah kembali terjadi suatu peristiwa bersejarah bagi perkembangan kota Karanganyar lima tahun kedepan.

”Ini bukan sensasi, tapi sekadar pengulangan sejarah. Dulu semua pusat perekonomian Karanganyar bermula dari Taman Pancasila. Jadi istilahnya ini adalah titik nol Karanganyar”, ungkap Bupati Karanganyar yang telah berkantor dikantor Pemerintahan Karanganyar pagi ini.

Seusai pelantikan kemaren, hari ini Juliyatmono telah siap merealisasikan upaya roda pemerintahan untuk dapat membebaskan biaya pendidikan. Selain itu, target lain yang segera diwujudkan yakni perbaikan infrastruktur jalanan yang ada di area Karanganyar. 

Hal tersebut sesuai dengan amanat yang disampaikan Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa tengah, ”Kami sadar, dengan APBD provinsi yang hanya Rp13 triliun tidak akan cukup memperbaiki seluruh jalan yang rusak. Karena itu dibutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi dengan kabupaten. Sehingga prioritas tahun pertama adalah perbaikan infrastruktur bisa terwujud”.

Pada kesempatan itu, Ganjar (Gubernur Jawa Tengah) juga menegaskan pesannya untuk selalu menjunjung kejujuran dan tidak hanya seremonial. Menyelesaikan masalah nyata yang ada dimasyarakat harus diutamakan. Salah satu halnya yaitu melalui upaya perbaikan infrastruktur yang memadai untuk mewujudkan pergerakan ekonomi masyarakat yang lebih dinamis. 

Ganjar juga menuturkan agar pemerintahan ini dapat sejalan dan beriringan untuk mewujudkan masyarakat yang bersejahtera, "Di Jawa Tengah ada slogan tidak ngapusi dan tidak korupsi. Mari slogan itu benar-benar dilaksanakan oleh semua pemimpin, termasuk pemimpin di daerah,” tegas Ganjar. (Jado/Edt)



 
Copyright © 2013 Jatenpos.com - All Rights Reserved