Jatenpos.com, Urutan makin kecil tak berarti baik untuk sebuah peringkat, Lalu apa yang membuat Karanganyar tidak baik dengan no 4?
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mengenai bencana alam yang terjadi di tahun 2013 hingga akhir Bulan September, tercatat sejumlah 309 kejadian bencana alam. Hal ini mungkin tidak sebanyak peristiwa yang terjadi di tahun 2012 untuk wilayah Jateng sebanyak 1.003 kejadian dengan total kerugian hingga Rp159 miliar.
Pada rapat koordinasi(rakor) penanggulangan banjir dan tanah longsor di Kantor BPBD Karanganyar, Rabu (18/12), disampaikan bahwa Karanganyar ada pada daerah rawan bencana alam peringkat empat se-Jateng. Hal ini dikarenakan banyaknya potensi bencana alam seperti tanah longsor, banjir bahkan angin lesus.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng, menyebutkan bahwa pada bulan Januari-Februari akan menjadi puncak musim penghujan. Ini berarti wilayah Jateng harus tetap siaga dan waspada pada musim rawan bencana tersebut.
“Pemetaan daerah rawan bencana alam sudah dilakukan termasuk sarana dan prasarana serta personel” ungkap Sarwa Pramana, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jateng. Pihaknya selain akan menyerahkan dana tanggap bencana untuk BPBD se-Jateng juga tengah menginstruksikan pada setiap BPBD di daerah untuk menyiapkan sarana dan prasarana serta personel tanggap bencana alam.
Sedangkan Aji Pratama Heru K, Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar mengungkapkan telah melaksanakan pelatihan meenghadapi bencana alam, seperti tanah longsor dan bencana banjir. “Kami akan stand by selama 24 jam. Semuanya sudah siap termasuk sarana dan prasarana serta logistik” ungkap Heru. (Ken/Edt)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng, menyebutkan bahwa pada bulan Januari-Februari akan menjadi puncak musim penghujan. Ini berarti wilayah Jateng harus tetap siaga dan waspada pada musim rawan bencana tersebut.
“Pemetaan daerah rawan bencana alam sudah dilakukan termasuk sarana dan prasarana serta personel” ungkap Sarwa Pramana, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jateng. Pihaknya selain akan menyerahkan dana tanggap bencana untuk BPBD se-Jateng juga tengah menginstruksikan pada setiap BPBD di daerah untuk menyiapkan sarana dan prasarana serta personel tanggap bencana alam.
Sedangkan Aji Pratama Heru K, Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar mengungkapkan telah melaksanakan pelatihan meenghadapi bencana alam, seperti tanah longsor dan bencana banjir. “Kami akan stand by selama 24 jam. Semuanya sudah siap termasuk sarana dan prasarana serta logistik” ungkap Heru. (Ken/Edt)

0 komentar:
Posting Komentar