Jatenpos.com, Dari sekian banyak program kerja yang dijalankan oleh pemrov DKI, ada satu program kerja yang tidak dapat terealisasi. Hal yang lebih parah lagi, kegagalan tersebut justru yang paling vital menjadi masalah utama sebagian besar warga Jakarta. Ini menyangkut nasib hidup masyarakat DKI Jakarta kedepan.
"Sampai pertengahan Desember ini, belum semua rusun berhasil kita
bangun. Target 200 blok rusun memang tidak tercapai tahun ini. Makanya,
tahun depan akan kita kejar. Masalah kita selalu terletak pada keterbatasan lahan", tandas Ahok di
Balai Kota (18/12).
Ahok menambahkan, "Makanya, kita
harus beli lahan sebanyak-banyaknya di Jakarta. Masalah kedua, yaitu
anggaran yang juga terbatas, jadi harus pintar-pintar mengelola dan
mencari pemasukan lainnya".
Pengakuan Ahok didepan publik itu memang sebagai bentuk kekecewaan Ahok terhadap realisasi pembangunan 200 blok rumah susun yang ditarget akhir tahun ini bisa tercapai.
Menanggapi hal tersebut, Yonathan Pasodung selaku Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI menuturkan, "Pembebasan lahan masih harus terus kita lakukan. Di satu sisi,
pembebasan lahan bukanlah perkara mudah. Banyak juga masalah yang jadi
penghambat.
Yonathan juga menambahkan,"Salah satunya
terkait sengketa atau kepemilikan tanah, karena membutuhkan waktu yang
cukup lama untuk menyelesaikan proses hukumnya".
Walau demikian, pemrov DKI paling tidak telah berhasil mengkondisikan 3.600 kepala keluarga (KK) di rumah-rumah susun yang telah disediakan. Ini patut diapresiasi sebagai bentuk keseriusan dan komitmen dasar bahwa program rumah susun akan tetap berjalan ditahun depan dengan target yang lebih baru lagi. (Budi/Kon)

0 komentar:
Posting Komentar