TERKINI

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Februari 2014 | 11.19

Bidik Misi Tiap PT Tidak dibatasi Kuota



Jatenpos.com - Metode penerimaan mahasiswa Bidik Misi tahun 2014 disetiap perguruan tinggi tidak dibatasi kuota. Jatah atau kuota 60 ribu mahasiswa yang ditargetkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud itu  berada di tingkat nasional untuk SNMPTN.

Dikutip dari metrotvnews.com, Direktur Pembelajaraan dan Kemahasiswaan Dikti Kemendikbud, Illah Sailah mengatakan,"Kenapa harus di tingkat nasional, karena kita khawatir ada yang ditolak masuk PTN padahal anaknya berprestasi hanya karena kuota PTN terbatas," ujarnya.

Adapun kuota Bidik Misi untuk PTS tahun ini akan disediakan sekitar 5000 orang. Sementara itu, Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) DIY Edy Suandi Hamid menilai Bidik Misi merupakan program yang baik untuk membantu mahasiswa miskin. Namun untuk kalangan PTS ada kendala pembiayaan.

"Ini program bagus untuk membantu mahasiswa miskin tapi cerdas. Jangan sampai ada mahasiswa tak mampu secara ekonomi tapi pintar tak bisa kuliah. Program ini tak masalah bagi PTN karena didukung APBN. Tetapi bagi PTS cukup berat karena mereka membebaskan semua biaya untuk mahasiswa tersebut, padahal bagi hampir semua PTS, sumber penerimaan utama dari mahasiswa. Akibatnya banyak PTS yang menolak," ungkap Edy yang juga Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi). (via)

Sabtu, 22 Februari 2014 | 12.21

Guru dilatih Buat Soal Sesuai Standar



Jatenpos.com -  Pelatihan pembuatan soal Ujian Sekolah (US) untuk SD sederajat diikuti oleh 108 guru dari 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih guru-guru agar terampil dalam membuat soal yang sesuai dengan standar nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Timur, Musyahrim mengatakan, "Pelatihan ini digelar selama empat hari, mulai 20 hingga 23 Februari, setelah pelatihan ini, harapan kami tentu mereka akan memiliki kemampuan membuat soal sesuai yang diamanatkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)," kepada wartawan di Samarinda, Kamis (20/2).

“Sesuai dengan ketentuan yang ada bahwa isi soal US 75 persen dibuat oleh guru-guru di daerah, sedangkan 25 persen sisanya dibuat oleh Kemendikbud. Maka para guru perlu memiliki keterampilan khusus untuk membuat soal sehingga mereka perlu dilatih”, tambahnya.

Dia mengatakan, bahwa rincian dari 108 peserta itu adalah 88 guru dan tutor yang akan bertugas membuat soal US, sedangkan 20 lainnya merupakan peserta dari akademisi di Universitas Mulawarman. Mereka akan bertugas melakukan koreksi dari soal yang dibuat para peserta.

Dari jumlah peserta guru dan tutor yang sebanyak 88 orang tersebut, mereka akan dipilih beberapa peserta yang terbaik. Dari peserta yang terbaik itulah yang akan bertugas membuat soal. Dia mengaku belum mengetahui persis berapa jumlah peserta yang akan dipilih untuk membuat soal karena proses pelatihannya masih berlangsung.

Pembuatan soal akan dimulai pada 12 hingga 17 Maret, dikoreksi, lalu dicetak, sedangkan pelaksanaan US bagi SD/MI dan yang sederajat akan berlangsung pada 19 hingga 21 Mei, dan US susulan pada 26 hingga 28 Mei. (via)




Jumat, 21 Februari 2014 | 14.24

PT Sumbang 15 Persen Soal UN



Jatenpos.com - Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Komunikasi dan Media, Sukemi, mengatakan kalangan perguruan tinggi menyumbangkan materi soal Ujian Nasional (UN) 2014 sebesar 15 persen.

"Kontribusi kalangan PT dalam penyusunan soal UN itu karena hasil UN bisa jadi tiket masuk PT," katanya usai 'Dialog Pendidikan Pimpinan Kemendikbud dengan Stakeholder Pendidikan Jateng' di Semarang, Kamis (20/2).

Menurutnya, kontribusi kalangan PT dalam penyusunan soal itu hanya untuk UN jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat karena peserta didik meneruskan ke jenjang pendidikan tinggi setelah lulus.

Selain dari kalangan PT, kata dia, komposisi 15 persen soal UN itu juga diambilkan dari soal-soal yang diujikan di tingkat internasional, seperti PISA (Programme for International Student Assessment).

"Jadi, dari PT dan soal-soal internasional 15 persen, selebihnya disusun dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Karena itu, tahun ini hasil UN bisa menjadi paspor atau tiket masuk ke PT," katanya.

Ia menjelaskan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) akan mendasarkan pada nilai rapor selama bersekolah di SMA dan sederajat, diformulasikan dengan hasil UN yang dicapai siswa.

Oleh karena itu, ia mengimbau para peserta didik untuk bersiap sebaik mungkin dalam menghadapi UN, apalagi tingkat kesulitan soal UN semakin tahun semakin ditingkatkan sehingga menuntut siswa terus belajar.

"Kalau paket soal masih sama seperti tahun lalu, yakni 20 paket soal. Bedanya ya pada tahun ini hasil UN bisa jadi tiket masuk PT (lewat SNMPTN-red.). Bukan hanya mendasarkan pada nilai rapor siswa," lanjutnya.

Kalangan PTN pun, kata dia, tidak bisa seenaknya menentukan bobot hasil nilai UN sebagai acuan penerimaan disamping nilai rapor, sebab formulasinya kedua nilai tersebut, yakni UN dan rapor sudah ditentukan.

"Jadi, tidak bisa nanti PTN hanya mengambil dari nilai rapornya yang banyak, sementara nilai UN dengan bobot yang sedikit. Sudah disiapkan formulasinya dan berlaku sama untuk seluruh PTN,"
tambah Sukemi. (vi)

Duta Besar RI Himbau Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional



Jatenposcom - Duta Besar Republik Indonesia, Fauzi Bowo, menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia di Jerman agar berperan aktif memajukan bangsa dan negara. Salah satunya berkontribusi dalam pengembangan pendidikan.

Menurutnya, sistem pendidikan kejuruan di Indonesia saat ini masih tertinggal dibanding dengan negara Vietnam. Karena itu, perlu sinergi antar seluruh elemen bangsa untuk meningkatkannya.

Dilansir dari berita8.com, Fauzi Bowo mengatakan, "Saat ini kita di belakang Vietnam. Saya juga memerlukan dukungan seluruh masyarakat Indonesia, karena kita semua adalah duta bangsa. Jadi mari kita saling dukung," kepada wartawan di Berlin, Rabu (19/2) malam.

Salah satunya dengan mengadopsi sistem pendidikan di Jerman yang cukup berpengalaman dalam pendidikan "Vocasional". Pelajaran-pelajaran yang dipelajari di kelas langsung relevan dengan kebutuhan industri agar bisa memenuhi standar kompetensi tenaga kerja di dunia industri.

"Perlu kita pelajari di Jerman sinergi antara industri dan perguruan tinggi, perusahaan itu memiliki laboratorium sendiri, riset sendiri, tapi mereka (perusahaan) 'di-support' oleh tenaga-tenaga dari perguruan tinggi," tambahnya. (fia)

Alokasi Dana Bos SMA



Jatenpos.com - Dana bantuan operasional sekolah (BOS) periode Januari-Juni 2014 dialokasikan sekitar 50% untuk pengadaan buku ajar Kurikulum 2013 bagi sekolah tingkat SMA. Hal tersebut tertuang dalam surat edaran Direktorat Pembinaan SMA Ditjen Dikmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No 384/D2/KU/2014.

Surat edaran tersebut berbunyi “Prioritas penggunaan dana BOS periode Januari-Juni 2014 adalah untuk pengadaan buku pelajaran Kurikulum 2013 pada semester pertama Tahun Ajaran 2014/2015. Sekolah diminta untuk mengalokasikan kurang lebih 50% dari dana BOS yang diterima periode Januari-Juni 2014 untuk pengadaan buku pelajaran Kurikulum 2013. Pengadaan baru dapat dilakukan sekolah setelah menerima Surat Edaran Pengadaan Buku Kurikulum 2013.”

Namun yang dimaksud 50% itu bukan berasal dari seluruh dana BOS yang disalurkan ke tiap sekolah tetapi diambil dari alokasi pengadaan buku yang memang sudah menjadi klausul dalam penggunaan dana BOS. Bukan 50% dari total dana BOS yang diterima.

Seperti diketahui, buku ajar kurikulum 2013 semester pertama (ganjil) menjadi tanggung jawab pemerintah yang pengadaannya menggunakan dana BOS. Selanjutnya untuk semester dua (genap) menggunakan dana alokasi khusus (DAK).Harapan pemerintah dari peraturan tersebut yaitu untuk mewujudkan tidak adanya pembebanan biaya buku kepada peserta didik. (rofi)

Kamis, 20 Februari 2014 | 12.50

Inilah Penentu SNMPTN



Jatenpos.com - Data siswa yang belum dimasukkan ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) menjadi hal yang cukup serius. Hal ini bisa menyebabkan ribuan siswa sekolah menengah atas (SMA) sederajat di kabupaten Jember, Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso terancam tidak bisa mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2014.

"Padahal, pendaftaran SNMPTN secara online telah resmi dibuka sejak Senin (17/2/2014). Namun, sayangnya sebanyak 69 SMA sederajat yang berada di wilayah kerja Universitas Jember belum menyelesaikan input Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS)," kata Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember, Jawa Timur, Agung Purwanto, Rabu (19/2/2014) kemarin.

Purwanto sangat menyayangkan hal ini karena sekolah yang belum mengisi PDSS siswanya tidak dapat mengikuti SNMPTN. "Padahal proses pengisian PDSS itu gratis dan sudah bisa dilakukan sejak 6 Januari lalu dan akan berakhir pada 6 Maret mendatang," tambahnya.

" Sebanyak 69 sekolah yang yang belum mendaftar itu sebenarnya sudah memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang menjadi prasyarat bagi sekolah untuk bisa mendaftarkan siswanya ke PDSS. Ini masih ada waktu, tolong segera diselesaikan," tegasnya. (vie)

3,4 Juta Guru Belum Siap Dengan Kurikulum Baru


Jatenpos.com, Pergantian kurikulum Pendidikan yang dilakukan hampir setiap tahun masih menimbulkan kesulitan tersendiri bagi para guru. Apalagi kurikulum 2013 yang  akan dijalankan itu ternyata belum semua guru mendapatkan pelatihan tentang konsep yang baru tersebut.

Sekitar 3,4 juta guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengaku masih belum siap dengan kurikulum yang baru. Ketua Pengurus Besar PGRI Sulistiyo mengatakan, "guru pesimistis kurikulum baru dapat berjalan dengan baik pada 2014 ini," kepada wartawan pada Konvensi Pendidikan PGRI di Bentara Budaya Jakarta.

Meski pemerintah sudah menyatakan kurikulum akan berlaku di semua sekolah. Nyatanya pemerintah tidak mengalokasikan dana pelatihan bagi guru. "Periode ini merupakan  masa penanganan guru terjelek yang pernah ada. Meskipun pemerintah sudah membuat badan penanganan guru tersendiri," katanya.

Sulis menjelaskan, masih sulit bagi para guru untuk memahami kurikulum tanpa pelatihan intensif. Guru menilai kurikulum 2013 sangat tidak lugas dan sukar dimengerti.  Apalagi pelatihan hanya diselenggarakan selama 52 jam.

Selasa, 18 Februari 2014 | 11.11

Pemerintah Beri Beasiswa Korban Kelud


Jatenpos.com, Bencana erupsi gunung kelud yang terjadi kamis malam ternyata masih menyisakan sejumlah persoalan. Salah satunya adalah masalah pendidikan. Banyak pelajar korban kelud harus terhenti sekolah karena rumah yang hancur dan tidak adanya biaya.
Maka dari itu, Pemerintah akan memberikan bantuan beasiswa prestasi kepada para pelajar korban erupsi Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. "Bagi mereka yang terkena musibah, kami akan membantu beasiswa untuk korban bencana," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh seperti dikutip antaranews saat mengunjungi para pengungsi di Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Ia menyebut, untuk pelajar tingkat sekolah dasar (SD) akan diberikan beasiswa Rp1 juta, pelajar tingkat SMP akan mendapatkan Rp1,5 juta, dan pelajar SMK mendapatkan Rp2 juta. Dan untuk mekanismenya akan langsung diberikan pada pelajar yang bersangkutan.

Selain itu M Nuh juga mneyebutkan adanya upaya dari pemerintah untuk melakukan rehabilitasi gedung sekolah yang terkena dampak. "Semua akibat bencana, harus dilakukan rehab dan nantinya akan patungan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Tidak penting berapanya, tapi tersedia," pungkasnya. (Uni)


Jumat, 14 Februari 2014 | 09.02

Hujan Abu, Sejumlah Daerah Meliburkan Siswanya

Jatenpos.com Hujan abu vulkanik letusan Gunung Kelud berdampak terhadap proses belajar mengajar. Disejumlah daerah, seluruh siswa dibebaskan masuk sekolah, sehubungan kondisi hujan abu masih berlangsung hingga jam masuk sekolah.

Salah satu seruan pembebasan pelaksanaan proses belajar mengajar disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Sriwinoto. "Saya sudah instruksikan kepada dinas pendidikan hingga jajaran tingkat kecamatan dan desa untuk membebaskan siswa masuk sekolah," ungkapnya, Jum'at (14/2).

Guru SMAN 2 Klaten, Agus Purwanto, juga mengirimkan pesan singkat atau SMS kepada siswanya. SMS tersebur agar disebarkan ke seluruh rekannya secara berlanting. "Pokoknya siswa bebas. Boleh masuk, juga boleh tidak. Yang tidak masuk tidak dikenai sanksi absen alfa," kata Anif Setiawati (18), siswa kelas XII-2 membacakan SMS dari gurunya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk memutuskan meliburkan semua kegiatan belajar mengajar di sekolah karena hujan abu akibat letusan Gunung Kelud di Jawa Timur masih melanda kota pelajar tersebut. "Pada hari ini, Jumat (14/2), kami mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah dan meminta siswa belajar di rumah," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana, di Yogyakarta.

Menurut Edy, hujan abu yang turun di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya tidak baik untuk kesehatan siswa apabila tetap dipaksakan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Edy menambahkan, kebijakan untuk meliburkan sekolah hanya berlaku selama satu hari, dan pihaknya akan melakukan evaluasi sebelum memutuskan kebijakan untuk Sabtu (15/2).

Untuk wilayah lainnya seperti Boyolali juga terjadi peliburan sekolah. Hal ini diungkapkan seorang warga Siswodipuran Boyolali, Yulianto (43) akibat hujan abu banyak sekolah SD yang meliburkan siswanya. Dan sejumlah kendaraan roda dua terjatuh kecelakaan akibat licinnya jalan akibat abu vulkanik Kelud.

"Hujan abu di Boyolali merata dan ketebalannya sekitar lima centimeter. Anaknya yang masih SD diliburkan karena abu vulkanik akan mengganggu mereka," kata Yulianto.

Kamis, 13 Februari 2014 | 08.22

Siap Hadapi Tantangan 'Putih Abu-abu'

Jatenpos.com, Ujian Nasional menjadi salah satu langkah akhir untuk melanjutkan pendidikan ke tahap selanjutnya. 14 April 2014 akan menjadi hari penting bagi kalian pelajar yang duduk di kelas XII SMA/SMK/MA. "Nasib" kalian dalam mengakhiri masa putih abu-abu akan ditentukan di sini. Walaupun terbilang masih cukup lama, bagaimana kesiapanmu?

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari stres. Mungkin biasanya, kebanyakan siswa ketika menjelang UN malah tertekan karena takut tidak lulus. Padahal, kalau kita yakin pada diri sendiri, tiket kelulusan pasti di tangan. Sebaiknya kalian membuang jauh-jauh rasa pesimistis tersebut.

Belajar
Persiapan satu ini tentunya sudah kamu lakukan jauh-jauh hari. Mulai dari mengulang materi pelajaran, sampai berlatih mengerjakan soal-soal UN tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, kalian juga bisa belajar berkelompok bersama teman-teman, di sini kalian bisa saling sharing informasi.

Jaga Kesehatan
Walaupun pelaksanaan UN masih lama, kalian tetap harus menjaga kesehatan lho. Jaga pola makan yang benar. Mungkin akan terdengar sepele, sebaiknya jangan sembarangan membeli makanan. Nggak asyik kan, sedang UN kamu terkena diare. Banyak istirahat, tidur yang cukup, serta kurangi bermain.

Ikut Bimbingan Belajar (Bimbel)
Jika kamu merasa membutuhkan belajar ekstra atau lebih sekadar dari apa yang telah diberikan di sekolah, enggak ada salahnya kan kalian ikut les privat atau bimbel untuk menambah pengetahuan. Ikut bimbel juga bisa mengasah otak sebelum UN tiba.

Jauhkan Diri dari Bocoran Jawaban
Ketika UN, siswa yang mendapatkan bocoran jawaban UN ada yang lulus dan ada juga yang tidak lulus. Padahal, bocoran jawaban belum tentu menentukan kelulusan kalian nih guys. Menerima atau membeli bocoran jawaban juga mencerminkan sikap curang, sehingga para siswa tidak percaya diri dalam menjawab soal-soal.

Berdoa
Berdoalah dan mohon kelancaran kepada Tuhan. Kalau kita sudah berusaha tapi tidak berdoa, semua akan menjadi sia-sia.

Semoga sukses dalam menghadapi UN tahun ini.

Selasa, 11 Februari 2014 | 23.34

DPR RI Desak Dua Kementrian Untuk Pembayaran Guru

Jatenpos.com, Kurang lebih selama enam bulan para guru di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Aceh tidak lagi menerima gaji atau tunjangan profesi. Keterlambatan pembayaran gaji sangat membebankan mereka.

Pemerintah diminta segera membayarkan gaji para guru di dua provinsi itu, agar proses belajar mengajar tetap berjalan lancar.Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Zulbahri Madjid  di Jakarta, Selasa (11/2),  menyatakan, penyaluran tunjangan profesi guru, baik untuk guru sekolah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) maupun untuk guru sekolah Kementerian Agama (Kemenag), bermasalah di sejumlah daerah, seperti Aceh dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Para guru di dua provinsi itu tidak memperoleh tunjangannya atau gaji, kendati mereka memiliki sertifikat profesi. Selain itu, penyaluaran dananya pun sering terlambat. “Kalaupun mereka menerima tunjangan, dananya sering terlambat hingga enam bulan,” katanya.

Zulbahri juga menyampaikan bahwa di Nusa Tenggara Timur, selain terlambat, tunjangan guru tidak diterima utuh karena dipotong Rp 3 juta per orang. Ia mengatakan, masalah ini sudah disampaikan ke pemerintah dalam rapat kerja (raker) Komite IV DPD RI dengan Kementerian Agama (Kemenag) yang  diwakili Wakil Menteri Agama (Wamenag). 

Komite IV DPD RI mengingatkan agar kementrian terkait segera menyalurkan tunjangan profesi guru di sejumlah daerah itu. “Pembayarannya bertahap ditargetkan sejak pekan keempat bulan Maret 2014, baik tunjangan profesi guru sekolah Kemdikbud maupun guru sekolah Kemenag,” katanya.


Senin, 10 Februari 2014 | 16.50

Wonogiri Masuk Sepuluh Besar Terbaik

Jatenpos.com, Kabupaten Wonogiri yang terkenal sebagai penghasil gaplek ternyata mampu mencapai sebuah prestasi yang membanggakan. Kabupaten ini masuk dalam 10 kabupaten/kota terbaik se-Indonesia berdasarkan penilaian Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Prestasi tersebut diraih atas prestasinya dalam realisasi bidang pendidikan agama. Wonogiri juga berkesempatan memperoleh Anugrah Amal Bhakti Pendidikan dari Kementerian yang sama. ''Saat ini, kita sudah menerima penghargaan,'' kata Suharno,Plt Sekda Kabupaten Wonogiri, Senin (10/1).

Proses untuk menerima penghargaan ini, awalnya lewat pengisian kuisioner yang memuat kebijakan pemkab terhadap perkembangan lembaga pendidikan formal maupun non formal. Setelah dilakukan cek lapangan, kemudian Bupati Danar Rahmanto melakukan presentasi di Kemeterian Agama Desember 2013 lalu.

Indikator penentu keberhasilan, kata Suharno, meliputi visi dan misi bupati, regulasi pemkab yang prospektif terhadap perkembangan pengembangan pendidikan Islam, serta kesadaran masyarakat. Salah satu program inovatif dari Kabupaten Wonogiri yang menjadi daya tarik, adalah program 'Dusunku Beriman'.

Dalam program tersebut warga Muslim harus bebas dari buta huruf Al quran.  Kegiatan keagamaan ini, sejalan dengan visi Bupati Wonogiri yang ingin menciptakan masyarakat yang berkualitas dan berakhlak mulia. Kebijakan pemkab terhadap pendidikan Islam, juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Kesembilan kota lainnya yang juga memperoleh penghargaan dari Kementrian  Agama yakni Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Batang, Kota Ternate, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Berau, Kabupaten Kuningan, dan Kota Semarang.








Sabtu, 08 Februari 2014 | 13.41

UGM Kirim Stafnya Ke Polres Sleman Terkait Penipuan

Jatenpos.com, Penipuan yang terjadi dilingkuan Universitas Gajah Mada (UGM) telah terkuak. Meskipun hal ini sebelumnya telah diketahui oleh pengelola UGM setahun yang lalu, namun kasus ini akhirnya ditangani oleh pihak berwajib.

Kasus penipuan tersebut yaitu terbongkarnya kasus penipuan calon mahasiswa baru (maba) Fakultas Kedokteran UGM. Sudah setahun ini pihak UGM melakukan investasi internal. Pengelola akhirnya menemukan indikasi keterlibatan seorang staf dalam penipuan tersebut. Namun pada awalnya pengelola tidak dapat melaporkan hal ini pada kepolisian, lantaran tidak adanya korban yang melapor.

“Kemudian, kasus ini ditangani oleh pihak kepolisian karena ada korban yang melapor,” ujar Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset UGM Prof. Budi Santoso Wignyosukarto, Jumat (7/2) di UGM.

Namun ada kejanggalan dari hasil penyelidikan yang dikeluarkan oleh pihak Polres Sleman. Kejanggalan tersebut dapat dilihat dari perbedaan antara nama pegawai yang terkuak dengan hasil investigasi dari pihak internal UGM. Media lebih mengungkap bidang usahanya (CV Jogja Education) daripada sosok Budi Purwantonya.

"Perbedaan nama inilah yang kami tidak ingin gegabah,” ujar Budi. Pihaknya masih menjunjung asa praduga tak bersalah meski nama oknum tersebut mengakui keterlibatannya.

“Kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Karenanya perlu ada klarifikasi apakah orang yang ditangkap kemarin itu sama dengan oknum orang dalam yang kami curigai dan sudah kami investigasi selama satu tahun ini,” tegas Budi.

Oleh karenanya pihak UGM akan segera mengirim utusan untuk mengklarifikasi kebenaran tersangka penipuan penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM yang kini menjadi tahanan Polres Sleman. Klarifikasi tersebut dilakukan untuk membuktikan hasil investigasi terhadap pegawai UGM sendiri yang diindikasi menipu.

Kamis, 06 Februari 2014 | 17.07

Gila, Lebih Dari 1 Milyar Dana Gratis Ini 'Didiamkan'

Jatenpos.com, Pengelolaan dana pendidikan gratis pada tahun 2013 tidak dilakukan secara maksimal oleh Pemerintah Kabupaten Tana Toraja. Buktinya, masih ada sisa dana pendidikan gratis sebesar Rp1,5 miliar yang mengendap di kas daerah.

Dari total anggaran pendidikan gratis sebesar Rp17,4 miliar, setidaknya ada Rp1,5 miliar lebih yang masih tersisa. Rp1,557,417,200 merupakan dana pendidikan gratis untuk SD dan SMP. Sedangkan untuk SMA/ SMK terdapat Rp37,021,500.

Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung mengatakan, dana tersebut aman tersimpan di kas daerah. "Satu sen pun tidak dibelanjakan untuk kebutuhan lain. Itu tidak pernah dilakukan, dana itu aman di dalam kas daerah," katanya.

Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel H Abdullah Djabbar mengatakan, sisa dana bantuan pendidikan gratis itu sebagai bentuk penyaluran dan pertanggung jawaban yang efektif dan efisien.

Dana tersebut untuk kepentingan pendidikan dan tenaga pendidik, untuk kegiatan proses belajar mengajar. "Sepanjang itu sudah terpenuhi semua, dana sisa itu berarti ada efesiensi dan efektifitas dalam penggunaan anggaran," bela Abdullah yang dilansir dari makale.fajar.com.

Rabu, 05 Februari 2014 | 09.03

Lebih Dari 400 Anak Siap Jadi 'Juara'

Jatenpos.com, Menjelang tahun ajaran baru 2014/2015, 14 Sekolah Juara yang berada di bawah RZ (Rumah Zakat) menerima 425 siswa baru yang berasal dari keluarga kurang mampu. Para siswa yang mendaftar ke Sekolah Juara akan melalui serangkaian tes terlebih dahulu. Tujuannya untuk mengetahui potensi dari setiap anak yang mendaftar ke Sekolah Juara.

"Karena Sekolah Juara berbasis Multiple Intelligences maka kami perlu mengetahui potensi masing-masing anak, sehingga cara memperlakukan mereka bisa disesuaikan," tutur Chief Program Officer RZ Heny Widiastuti, Selasa (4/2/2014).

Selain itu seperti yang di lansir pikiran rakyat.com, Heny pun menuturkan bahwa Sekolah Juara juga mengadakan tes dengan mendatangi tempat tinggal calon siswa. Hal tersebut untuk memastikan apakah mereka memang berhak menerima bantuan pendidikan gratis di Sekolah Juara. "Hanya yang berasal dari keluarga kurang mampu lah yang bisa sekolah di sini," ujarnya.

Sekolah Juara berupaya untuk mencetak siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak baik. Konsep kelas yang diusung Sekolah Juara adalah kelas kecil dengan siswa 25 orang per kelas. Metode ini diterapkan agar peran guru menjadi lebih optimal dalam mengamati perkembangan setiap siswanya.

“Di sekolah ini kami membiasakan siswa untuk Shalat Dhuha setiap hari. Siswa pun rutin mendapat pelajaran membaca dan menghafal Al Quran setelah Shalat Dzuhur, sebelum memulai aktivitas ekstrakurikuler. Mereka diharapkan terbiasa beribadah secara rutin, baik yang wajib maupun sunah,” jelas Heny.

Tidak hanya itu, siswa Sekolah Juara juga dibekali dengan kompetensi untuk berwirausaha. “Secara berkala siswa mengadakan market day. Saat market day ini, siswa praktek berwirausaha. Mulai dari mengelola barang jualan, mengelola uang hingga merancang strategi agar barang dagangannya laku terjual,” ujar Darwati, pengajar Sekolah Juara Surabaya.

Di tahun ke-7 ini, jumlah Sekolah Juara telah mencapai 14 sekolah yang tersebar di 11 kota dan kabupaten dan mendidik 19.924 yatim dhuafa. Dan di tahun 2013, sebanyak 294 siswanya berprestasi di luar sekolah.

"Sekolah Juara membuka pendaftaran dari tanggal 3 Februari hingga 14 Maret 2014. Semoga buah sinergi antara donatur dan RZ ini berhasil menciptakan generasi yang unggul untuk Indonesia," ujar Heny.


Selasa, 04 Februari 2014 | 12.42

Mau Lolos SNMPTN? Perhatikan juga nilai UN

Jatenpos.com, Nilai Ujian Nasional turut mempengaruhi kelulusan siswa dalam proses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2014 menyusul keputusan pemerintah mengintegrasikan sistem pendidikan Sekolah Menengah Atas dan perguruan tinggi pada tahun ini.

"Sebelumnya panitia hanya menjadikan kelulusan UN sebagai pertimbangan, artinya jika tidak lulus maka sistem secara otomatis akan mengunci dan dipastikan tidak akan lulus SNMPTN. Namun, mulai 2014 menjadikan UN sebagai acuan dengan menerapkan sistem pemeringkatan berdasarkan skor," kata Pembantu Rektor I Universitas Sriwijaya Anis Saggaf di Palembang, Senin.

Ia menerangkan, pemeringkatan itu akan menempatkan siswa secara berurutan dari nilai tertinggi hingga terendah.

"Pada akhirnya siswa yang tidak lulus akan terpotong sendiri mengacu pada kuota masing-masing program studi," ujarnya dalam langsiran theglobejournal.com.

Ia menerangkan, penerapan sistem baru dengan turut menjadikan nilai UN sebagai acuan ini bermaksud untuk semakin mendekatkan siswa dengan bidang ilmu yang disukai dan sesuai minat serta bakat.

Pemerintah mengharapkan metode ini akan menghindari "salah masuk jurusan" bagi mahasiswa baru.

"Sistem akan membuat suatu pembobotan, semisal jika memilih Fakultas Teknik maka nilai UN matematika akan lebih diperhitungkan. Setiap mata pelajaran memiliki skor tertentu dan setiap program studi memiliki penilaian yang berbeda-beda," ujarnya.

Selain memperhitungkan nilai UN, pada tahun ini juga memperhatikan mengenai akreditasi sekolah dan prestasi siswa baik akademik maupun non akademik.

"Semua ada pembobotannya, misalnya juara nasional suatu cabang olahraga tentunya akan memiliki bobot yang tinggi ketika memilih jurusan Pendidikan Kesehatan dan Jasmani," katanya.

Panitia SNMPTN telah membuka pendaftaran secara resmi jalur nontulis atau lazim disebut SNMPTN sejak 6 Januari hingga 6 Maret 2014 dengan mengakses http://pdss.snmptn.ac.id.

Universitas Sriwijaya sendiri pada tahun ini memiliki kuota sebanyak 6.302 orang mahasiswa yang 50 persennya akan berasal dari jalur SNMPTN atau sekitar 3.151 orang.

Sementara, 30 persen lainnya akan ditempuh dengan jalur seleksi tertulis atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan 20 persen sisanya melalui Ujian Saringan Masuk (USM).


Senin, 20 Januari 2014 | 08.45

70 Lebih Putra Bangsa 'Tak Berpendidikan' Akan 'Mengguncang' Brazil


Jatenpos.com, Puluhan putra Bangsa akan dipersiapkan untuk menuju sebuah laga di Brasil pada tahun ini. Lalu mengapa mereka yang 'tak berpendidikan' justru yang akan terpilih mewakili Indonesia? 

Yayasan Transmuda Energy Nusantara (TEN) menyelenggarakan seleksi pembentukan program Garuda Baru. Program ini dipersiapkan untuk menghadapi Street Child World Cup (SCWC) 2014 di Brazil. Seleksi dilakukan di tujuh kota besar di Indonesia, seperti Medan, Makassar, Surabaya, Palembang, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta.

"Setelah rangkaian seleksi di tujuh kota tersebut, selanjutnya digelar seleksi nasional dan karantina di Jakarta pada 16 Februari-23 Maret untuk pembentukan tim," ujar Mahir Bayasut, selaku Ketua Yayasan TEN. Kegiatan yang dilakukan pada Sabtu (18/01) di Lapangan Karanggayam, Surabaya, merupakan kelanjutan dari kegiatan seleksi yang digelar di Medan dan Makassar pada 11 Januari lalu.

Seleksi di Surabaya ini melibatkan turun tangan dari Sanggar Alang-Alang dan Sekolah Sepak Bola Sosial Surabaya. Program SCWC yang akan diselenggarakan pada 27 Maret 2014 di Rio De Jainero, Brazil akan diikuti sekitar 19 negara. Oleh karennya pihak TEN melakukan beberapa tahap seleksi dan persiapan yang matang untuk Garuda Baru ini.

"Dari seleksi lokal di tujuh kota akan diambil 30 orang pemain usia 13-16 tahun berdasarkan peringkat terbaik untuk selanjutnya mengikuti seleksi nasional. Kami berharap bisa mendapatkan potensi bagus dari anak-anak jalanan di Jawa Timur," ungkap Mahir. Untuk juri dalam setiap tahap seleksi baik lokal dan nasional, pihaknya menggandeng Brazilian Soccer School, Pertamina Soccer School dan Jakarta Football Academy.

"Pada seleksi nasional, peserta akan menjalani serangkaian tes psikologi meliputi beberapa faktor, antara lain kesabaran, ketenangan, semangat, kerja sama, kepemimpinan, dan sportivitas," tandasnya.

Program yang dilaksanakan sebelum Piala Dunia 2014 ini merupakan gerakan internasional untuk mempersatukan anak-anak jalanan di seluruh dunia melalui sepak bola. (Jado)


Sabtu, 18 Januari 2014 | 08.05

UASDA "Disuntik" 600 Juta Lebih Oleh Kota Pelajar

Jatenpos.com, Selain dikenal sebagai kota destinasi wisata, Kota yang dikenal sebagai Kota Pelajar di Indonesia telah siapkan "suntikan" dana untuk UASDA sebagai bukti komitmen besar terhadap kepedulian para calon pemimpin bangsa dimasa yang akan datang.

Ujian Akhir Sekolah Daerah (UASDA) menjadi salah satu dari kegiatan pendidikan. Tak jarang sejumlah kocek rupiah perlu dikeluarkan oleh siswa. UASDA yang merupakan pengganti Ujian Nasional (UN) bagi siswa SD/MI kelas 6 sudah seharusnya menjadi tanggung jawab bagi pemerintah daerah sebagai penyelenggara.

Untuk itu, Pemkot Yogyakarta tahun ini menyediakan dana Rp 700 juta untuk biaya pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Daerah (UASDA) bagi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di  Kota Yogyakarta.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Hery Suasana, pada Jumat (17/1). "Setiap siswa akan menerima anggaran Rp 90 ribu untuk pelaksanaan UASDA tersebut," ungkapnya. Pelaksanaan UASD pada 19 -21 Mei 2014 mendatang akan dilaksanakan pada 168 sekolah baik SD/ MI dan 7.700 siswa di Kota Yogyakarta. Pelaksanaan UASDA tersebut ditanggung sepenuhnya oleh APBD melalui dana tersebut

Sedangkan mata pelajaran nantinya yang akan diujikan antara lain PKN, Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA. Sedangkan untuk pembuatan naskah soal UASDA tersebut Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengalokasikan dana sebesar Rp 15 Miliar. (Jado)


Jumat, 17 Januari 2014 | 07.58

Kezaliman Di Dunia Pendidikan Kembali Terjadi

Jatenpos.com, Masih jelas terngiang dibenak publik masalah-masalah pendidikan dinegara kita yang sempat menguras perhatian banyak masyarakat Indonesia terkait sertifikasi. Pada musim awal tahun ini, ternyata muncul lagi ketidakadilan yang kali ini menimpa para pengajar.

Ketidakadilan kini dirasakan oleh sejumlah guru di Kabupaten. Tunjangan Profesi atau tunjangan sertifikasi mereka mendapat potongan. Potongan tersebut berkisar Rp 3 juta - Rp 6 Juta.

Agus Hariyanto selaku Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar menuturkan bahwa untuk guru yang sudah mendapat tunjangan sertifikasi atau tunjangan profesi, maka yang dibayarkan adalah profesinya. Bagi guru tidak mengajar selama lebih dari tiga hari, tidak akan mendapatkan tunjangan sertifikasi.

"Ketentuan itu ada di dalam peraturan petunjuk teknis tentang tunjangan profesi," ungkapnya. Namun hal ini ternyata dirasa tidak adil bagi seorang guru yang melakukan ijin untuk melaksanakan ibadah haji.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang guru yang tidak disebutkan namanya, Kamis (16/01), “Guru yang mendapat jatah tunjangan sertifikasi dan kebetulan naik haji, tunjangannya dipotong. Pemotongan ini dialami semua guru di berbagai kecamatan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini juga terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

“Alasan pemotongan karena guru yang bersangkutan cuti besar lebih dari 30 hari. Sebenarnya alasan itu tidak logis dan tidak adil. Bagaimana kalau guru yang belum sertifikasi dan kebetulan naik haji, terus tunjangan apa yang dipotong,” imbuhnya.

Menurut pemahaman yang ia terima, PNS yang mengajukan cuti besar yang dipotong adalah tunjangan jabatannya. Sedangkan untuk guru, yang dipotong adalah tunjangan fungsionalnya. Berdasar aturan untuk guru golongan III tunjangan fungsionalnya Rp 289 ribu dan golongan IV Rp 389 ribu.

Harapan dari para guru tersebut yakni Bupati Juliyatmono segera turun tangan agar kasus ini tidak terulang. Pasalnya jumlah guru di Karanganyar yang naik haji setiap tahun diperkirakan di atas 100 orang. (Fitriah)


Kamis, 16 Januari 2014 | 00.19

Program Pendidikan Baru, Buku DIGRATISKAN!

Jatenpos.com, 'Buku adalah jendela dunia' begilah salah satu peribahasa yang kita kenal. Untuk itulah dengan kesadaran akan arti pendidikan yang semakin tinggi, pemerintah memeiliki program baru yang akan sangat membahagiakan seluruh wali murid di seluruh Indonesia

Kurikulum 2013 sebagai kurikulum baru segera diterapkan untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari SD sampai SMA. Para guru pun akan segera mendapatkan pelatihan kurikulum tersebut mulai Februari 2014.

Dukungan untuk materi pembelajar juga tengah dipersiapkan. Dana sebesar Rp 11 Triliun dikucurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mencetakan buku kurikulum 2013 tersebut.

Namun menurut Musliar Kasim Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Pendidikan menuturkan bahwa pengadaan bukan lagi oleh Wamendikbud. "Jadi, pengadaan buku tidak ada di Kemdikbud" tuturnya.

Jadi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) daerah nantinya yang akan melakukan pengadaan pencetakan buku tersebut menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Aliran Khusus (DAK).

Pengadaan buku dijadwalkan akan rampung pada bulan Februari 2014, "Bulan Februari diperkirakan sudah selesai," tambah Musliar. (Eka)


 
Copyright © 2013 Jatenpos.com - All Rights Reserved