Jatenpos.com, Penipuan yang terjadi dilingkuan Universitas Gajah Mada
(UGM) telah terkuak. Meskipun hal ini sebelumnya telah diketahui oleh
pengelola UGM setahun yang lalu, namun kasus ini akhirnya ditangani oleh
pihak berwajib.
Kasus penipuan tersebut yaitu terbongkarnya
kasus penipuan calon mahasiswa baru (maba) Fakultas Kedokteran UGM.
Sudah setahun ini pihak UGM melakukan investasi internal. Pengelola
akhirnya menemukan indikasi keterlibatan seorang staf dalam penipuan
tersebut. Namun pada awalnya pengelola tidak dapat melaporkan hal ini
pada kepolisian, lantaran tidak adanya korban yang melapor.
“Kemudian, kasus ini ditangani oleh pihak kepolisian karena ada korban yang melapor,” ujar Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset UGM Prof. Budi Santoso Wignyosukarto, Jumat (7/2) di UGM.
Namun
ada kejanggalan dari hasil penyelidikan yang dikeluarkan oleh pihak
Polres Sleman. Kejanggalan tersebut dapat dilihat dari perbedaan antara nama pegawai yang terkuak dengan hasil investigasi dari pihak internal UGM. Media lebih mengungkap bidang usahanya (CV Jogja Education) daripada sosok Budi Purwantonya.
"Perbedaan nama inilah yang kami tidak ingin gegabah,” ujar Budi. Pihaknya masih menjunjung asa praduga tak bersalah meski nama oknum tersebut mengakui keterlibatannya.
“Kami
tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Karenanya perlu ada
klarifikasi apakah orang yang ditangkap kemarin itu sama dengan oknum
orang dalam yang kami curigai dan sudah kami investigasi selama satu
tahun ini,” tegas Budi.
Oleh karenanya pihak UGM akan segera
mengirim utusan untuk mengklarifikasi kebenaran tersangka penipuan
penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM yang kini menjadi tahanan
Polres Sleman. Klarifikasi tersebut dilakukan untuk membuktikan hasil
investigasi terhadap pegawai UGM sendiri yang diindikasi menipu.
Sabtu, 08 Februari 2014 | 13.41
UGM Kirim Stafnya Ke Polres Sleman Terkait Penipuan
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.