Jatenpos.com, Tertangkapnya Lurah yang baru hasil lelang jabatan akibat kasus korupsi membuat Jokowi harus menguraikan fakta otentik. Fakta yang sangat ditunggu-tunggu oleh publik yang bertanya-tanya tentang mekanisme lelang yang dikaitkan dengan kasus tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan, tidak ada yang salah dengan sistem lelang jabatan camat dan lurah. Meski memang proses tersebut tidak instan, perlu waktu bagi camat dan lurah untuk menyesuaikan diri dengan iklim kerja baru yang lebih transparan.
Pernyataan yang disampaikan Jokowi itu muncul sejak beberapa pihak menuduhnya menciptakan koruptor baru dengan adanya lelang jabatan. Apalagi sejak terungkapnya kasus korupsi yang dilakukan Lurah Kayu Putih, Rosidah. Masyarakat mulai beranggapan bahwa lelang jabatan masih belum bisa menciptakan pejabat publik yang berkualitas.
Meski Jokowi mengakui jika Rosidah merupakan lurah hasil lelang namun tindakan korupsi yang dilakukan sebelum era kepemimpinannya. Dan untuk mengurangi tindakan korupsi di jajarannya agar tidak terus berlanjut, Suami Iriana ini akan segera mengumumkan hasil evaluasi lelang.
Bagi lurah - camat yang mendapatkan rapor merah akan segera diganti. "Hasil evaluasi lelang jabatannya sudah ada. Nanti akan segera diumumkan oleh Badan Kepegawaian Daerah," katanya. (Ars)
Sabtu, 08 Februari 2014 | 13.59
Dianggap Ciptakan koruptor Baru, Jokowi Angkat Bicara
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar