Rabu, 05 Februari 2014 | 08.55

'Hantu' Ini Bisa Cegah Datangnya

Jatenpos.com, Penyakit kanker, terutama kanker serviks dan payudara yang menghantui kaum perempuan, sebenarnya bisa disembuhkan asalkan masih dalam stadium rendah. Namun sayangnya, upaya deteksi dini sebagai bagian dari pencegahan itu masih kurang diminati.

"Meski tahu ada yang tak beres dalam tubuhnya, hampir sebagian besar perempuan enggan memeriksakan diri. Baru ke dokter ketika tubuh sudah terasa sangat sakit atau penyakit sudah pada stadium berat," kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan (Kemkes), Ekowati Rahajeng, dalam diskusi dengan media terkait dengan peringatan Hari Kanker Sedunia, di Jakarta, Selasa (4/2) yang dilansir oleh suarakarya-online.

Ia menyebutkan data Subdit Kanker Direktorat Penyakit Tidak Menular-Kemkes, hingga 20 Januari 2014 mencatat baru 644.951 perempuan yang melakukan deteksi dini kanker dari sekitar 36 juta perempuan usia subur 30-50 tahun.

"Berarti baru sekitar 1,75 persen perempuan Indonesia yang mau melakukan deteksi dini. Kesadaran semacam inilah yang ingin kami sosialisasikan di kalangan perempuan Indonesia tentang pentingnya deteksi dini kanker," ujar Ekowati Rahajeng.

Padahal, menurut Ekowati, lebih baik tahu secara dini agar bisa diobati secara tuntas. Pemeriksaan dini pun terasa tidak sakit. Apalagi, saat ini deteksi dini kanker rahim melalui inspeksi visual dengan asam asetat (IVA), pap smear, dan cyro therapy sudah ada jaminan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Berdasarkan Permenkes No 69 tentang JKN, pemeriksaan dini semacam itu sudah masuk di dalamnya, bebas biaya. Tetapi, jatah pemeriksaannya sekali dalam lima tahun," tuturnya.
Menurut Eko, rendahnya kesadaran perempuan untuk deteksi dini kanker karena penyakit kanker masih dianggap sebagai sesuatu yang abstrak. Bahwa penyakit itu jika dibiarkan saja tidak diobati, tidak akan menyerang organ penting dan menimbulkan kematian.

"Karena itu, Kemkes akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terutama pada unit kegiatan usaha kesehatan sekolah (UKS) agar anak sejak dini tahu bahwa penyakit kanker itu berbahaya, tetapi bisa dideteksi dini dan diobati secara tuntas," kata Ekowati menegaskan.

Upaya lainnya yang akan dilakukan Kemkes, menurut Ekowati, adalah memberikan perawatan paliatif di mana mereka yang sudah hidup dengan kanker bisa diobati, meski proses pengobatan kanker melalui kemoterapi menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

"Intinya, supaya terhindar dari kanker maupun penyakit tidak menular lainnya adalah rutin melakukan cek kesehatan secara rutin. Karena, hampir sebagian besar penyakit tidak menular itu tidak menimbulkan gejala yang khas," ujarnya.

Di tempat lain di Jakarta, Dr Fanny Surjono mengharapkan pemerintah pusat (Kementerian Kesehatan) dan pemerintah daerah serius dalam penanganan medis penyakit kanker, serta secara terus-menerus melakukan sosialisasi tentang gaya hidup sehat kepada masyarakat.

"Prevalensi kasus penyakit kanker di Indonesia dari waktu ke waktu terus bertambah. Tahun 2013 ada 1 juta lebih orang meninggal dunia karena kanker. Ya, masalah yang serius. Kita berharap pemerintah fokus melakukan penanganan medis dan pencegahannya," ujar Fanny Surjono.

Fanny adalah seorang dokter ahli yang sehari-hari bertugas dalam penanganan medis penyakit kanker di Fuda Cancer Hospital Ruko Gading Mediterania, Jalan Raya Boulevard, Bukit Gading Mediterania, Jakarta Utara, Selasa (4/2).

Ia mengutarakan itu di sela-sela peluncuran buku Kami Berani Melawan Kanker tentang 10 kisah nyata para survivor kanker dari Fuda Cancer Hospital, karya penulis muda Priska Siagian.

Sementara itu di Solo, Jawa Tengah, dalam memperingati Hari Kanker Sedunia, RS Dr Moewardi Solo membagi-bagikan buku, selebaran, serta cokelat kepada masyarakat. Puluhan dokter, perawat, serta pegawai rumah sakit dikerahkan untuk membagikan 1.000 buku saku berjudul Menepis Mitos Kanker.

Menurut Humas RS Dr Moewardi Solo, dr Elyza, melalui pembagian buku itu, diharapkan masyarakat akan lebih mengenal penyakit itu dan bisa menepis anggapan bahwa penderita kanker tidak bisa disembuhkan.


Share this article :
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 Jatenpos.com - All Rights Reserved