Jatenpos.com, Pada umumnya jenjang strata pendidikan dalam dunia akademisi bernama D1, D3, S1 dan S2. Bidang-bidang yang menjadi konsentrasipun bermacam-macam seperti ekonomi, hukum, sosial politik dan lain-lain. melihat hal tersebut, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mencoba sesuatu yang baru dengan membuka sarjana bulu tangkis. Seperti apakah konsepnya?
Selain sepak bola, bulu tangkis merupakan salah cabang olahraga yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Namun nasib pendidikan para atletnya yang sering kali dikesampingkan menjadikan hal tersebut sebagai suatu dilematika bagi mereka.
Pada hari Jumat (13/12) yang lalu ditandatangani sebuah Memorandum of Understanding (MoU) antara Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dalam MoU tersebut, disebutkan suatu kerjasama untuk memperhatikan dan mewujudkan sisi jenjang pendidikan bagi pebulutangkis.
Sesuai dengan penjelasan langsung dari Fuad Pasya (Wakil Ketua Umum I PBSI Bidang Keuangan) yang mengatakan, “Jadi atlet disamping sebagai olahragawan, masa depan dijamin sebagai sarjana. Sehingga masa depan tak hanya dibulutangkis saja. Harapannya, enam bulan ke depan sudah ada realisasi”.
Dalam MoU tersebut ada dua point yang ditekankan, yaitu point untuk Kemendikbud mengusahakan agar dalam kurikulum pendidikan memasukkan bulu tangkis, jadi bukan lagi sebagai ekskul. Point lainnya merupakan upaya untuk membuka pendidikan yang disesuaikan oleh jenjang para atlet di pelatnas Cipuyang.
Fuad pasya juga memberikan pernyataan akhirnya yakni, “Bulu tangkis bukan hanya olahraga, tapi juga karier di masa depan untuk atlet yang mau meraih juara. Kalau anda sebagai pebulutangkis, masa depan cukup cerah apabila mau berprestasi”. (Fitriah/Edt)

0 komentar:
Posting Komentar