Jatenpos.com, Pada umumnya para aktor dalam suatu adegan film memiliki jumlah dialog yang relatif singkat pada setiap adegan yang diambil. Bagi Herjunot, dialog-dialog pendek tersebut tidak begitu menantang. Sampai pada akhirnya dia mencoba hal baru yang sangat menantang dalam hidupnya.
Keterlibatan Herjunot dalam film tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk membuat dirinya berjuang mati-matian untuk dapat menampilakan perannya secara maksimal. Hingga dikelilingi oleh orang-orang Makasar menjadi cara yang ditempuhnya.
Junot sapaan akrab bagi Herjunot, salah seorang pemeran dalam film adaptasi novel roman karya Buya Hamka ini mengaku kesulitan untuk mendalami dialognya dalam film ini. "Sulit banget bahasa Makassar untuk kita kuasai. Saya butuh waktu tiga bulan, kita harus dikelilingi orang-orang yang bisa bahasa Makassar" ungkap Junot.
Dia juga melanjutkan, "Adegan yg menarik sebelum kapal tenggelam ada dialog script yang harus saya hapal sebanyak enam halaman. Itu bukan dialog tek tok, tetapi kita saya harus hapal semua dan diambil one shoot".
Junnot menggambarkan proses produksi film ini selama enam bulan untuk reading memberikan feedback kepada karakter peran. Hal yang paling menantang ialah perannya sebagai Zainuddin, seorang pria lugu yang berasal dari suku Bugis Makasar dimana dialek khas Makasar yang paling sulit untuk dia copy. (Jado/Edt)

0 komentar:
Posting Komentar