Jumat, 07 Februari 2014 | 06.56

Waspada Flu Jenis Ini Pada Anak

Masyarakat mungkin tidak banyak yang tahu mengenai flu singapura. Dalam dunia kedokteran, dikenal sebagai hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau dalam bahasa Indonesia, penyakit tangan, kaki, dan mulut (PTKM). Kenapa HFMD dikenal flu singapura? karena penyakit ini pernah menjadi wabah di Singapura. Padahal, HFMD sudah lama ada di Indonesia.

Menurut dr Fitriani SpKK, yang bertugas di Departemen Kulit dan Kelamin RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang yang dilansir oleh Sumatera ekspres, hand, foot, and mouth disease (HFMD) merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus mengenai tangan, kaki, dan mulut.
Virus ini masuk ke dalam family picornaviridae dan genus enterovirus yang terdiri atas virus coxsackie A, coxsackie B, echovirus, dan enterovirus. “HFMD paling sering disebabkan oleh virus coxsackie A 16 dan sebagian oleh enterovirus 71 (EV-71),” ujarnya.

Diakui Fitri, HFMD sangat menular, terutama pada musim kemarau. Penyakit ini banyak menyerang bayi dan anak, terutama usia di bawah lima tahun dan jarang pada dewasa. Virus ditularkan melalui udara, yakni percikan air liur ketika berbicara atau bersin, kontak langsung dengan cairan yang terdapat pada bintil atau  feses orang yang terinfeksi, serta melalui benda  yang terkontaminasi dengan virus.

Lanjut dia, masa inkubasi atau masa saat virus masuk ke tubuh sampai timbulnya gejala klinik, yaitu 3-6 hari. Seseorang yang akan terkena HFMD biasanya didahului gejala nyeri otot, lemas, dan demam ringan yang dapat sembuh sendiri.

Selanjutnya, dalam beberapa hari, muncul lenting-lenting kecil di dalam mulut menyerupai sariawan dan terasa nyeri sehingga menyulitkan pasien untuk menelan makanan. Selain itu, pada tangan, kaki, dan di sekitar mulut muncul bintil atau ruam kemerahan. Pada beberapa kasus, kadang kuku tangan atau kaki dapat terlepas akibat penyakit ini.

Pasien HFMD membutuhkan istirahat yang cukup, makanan bergizi, serta tetap mandi dan menjaga kebersihan diri. Pada anak yang terjangkit, tidak ada makanan yang dipantang serta tetap mandi untuk mempercepat proses penyembuhan. “Anak sebaiknya diistirahatkan dari sekolah agar tidak menularkan ke temannya yang lain. Dengan istirahat yang cukup, biasanya penyakit dapat sembuh sendiri setelah  7-10 hari,” terangnya.

Dia mengimbau, meskipun penyakit ini dapat sembuh sendiri, namun pada beberapa kasus HFMD, membutuhkan perawatan di rumah sakit karena adanya komplikasi. Komplikasi HFMD dapat mengenai jantung, paru, atau bahkan ke susunan saraf pusat.  HFMD yang disebabkan oleh coxsackie A 16 biasanya mempunyai gejala lebih ringan. Sedangkan  enterovirus 71, dapat lebih parah dan menyebabkan komplikasi.

Lantaran, sampai saat ini belum ada vaksinasi  untuk penyakit HFMD. Sebaiknya penyakit ini dicegah dengan cara menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi serta rajin mencuci tangan, terutama setelah membersihkan hidung, menggunakan toilet, atau mengganti popok. “Tindakan ini terbukti efektif dalam menurunkan penularan penyakit yang disebabkan oleh virus ini,” pungkasnya.


Share this article :
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 Jatenpos.com - All Rights Reserved