Jatenpos.com, Survei biasanya bertujuan sebagai bahan evaluasi pejabat publik dan juga menjadi bentuk aspirasi rakyat yang ingin suaranya didengar. Sayang banyaknya survei di Indonesia justru menimbulkan polemik tersendiri. Ini membuat Jokowi akhirnya ikut mengomentarinya.
Apalagi sejak memasuki tahun 2014 yang merupakan tahun politik Indonesia, berbagai lembaga survei semakin gencar-gencarnya memaparkan hasil survei mereka. Namun banyak survei yang dibuat terkesan tanpa dasar dan seolah mengandung titipan politik. Joko Widodo, Gubernur Jakarta yang paling sering menjadi bahan survei inipun untu pertama kalinya angkat bicara.
Pria yang baru-baru ini mendapat kritikan pedas dalam sebuah survei mengenai kinerjanya sebagai Gubernur tersebut mengaku tidak mau percaya begitu saja dengan hasil survei. Pria yang berusia lebih dari setengah abad itu menuding banyak survei yang masuk dalam kategori titipan.
"Survei apa pun saya kira bisa kita jadikan untuk koreksi, tapi survei-survei itu banyak. Ada survei yang benar-benar survei, ada survei yang titipan. Namanya juga tahun politik,", tuding Jokowi. Dirinya lebih memilih bekerja untuk membenahi Ibukota daripada hanya memikirkan survei.
"Yang paling penting kita bekerja dari pagi sampai malam dan pagi sampai pagi lagi," tegas dia. Hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) yang baru dirilis baru-baru ini menunjukkan hasil persentase kepuasan warga DKI menurun jadi 47,5 persen dibanding Oktober 2013 yang mencapai angka 68,3 persen. (Ningrum)
Senin, 10 Februari 2014 | 14.08
Untuk Pertama Kalinya, jokowi Tanggapi Survei
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar