Senin, 24 Februari 2014 | 15.35
PDI-P Jatim : Risma Itu "kacang lupa kulitnya"
Jatenpos.com - Kritik pedas mengenai rencana mundurnya Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang mempersoalkan pemilihan Wakil walikota tanpa persetujuannya terus bergulir. Tidak hanya di kalangan masyarakat saja, kritik itu juga muncul dari kader PDI-P sendiri.
Sekretaris DPD PDI-P Jawa Timur, Kusnadi, bahkan mengibaratkan sosok Risma layaknya kacang lupa kulitnya. Sebab arah kebijakan yang Risma ambil tidak sesuai dengan etika politik partai yang mengusungnya yaitu PDI-P. "Padahal harapan PDI-P setelah Risma dilantik, masyarakat akan semakin simpati kepada PDI-P dengan program-program pembangunannya, sehingga suara PDI-P di Surabaya semakin kuat," kata Kusnadi.
Sayangnya apa yang dilakukan Risma saat ini, kata Kusnadi, justru terkesan melupakan partai yang menaunginya. Bahkan Risma juga mempertanyakan soal pengangkatan Ketua DPC PDI-P Surabaya, Wisnu Sakti Buana, yang dianggap Kusnadi sesuai mekanisme partai dan hukum.
"Padahal, harusnya mempunyai hati nurani sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk membantu dan mendukung kebijakan partai yang telah menjadikan dia sebagai wali kota," ungkapnya.(ami)
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Aduh...bos. Risma itu bukan bekerja buat partai lg, beliau milik masyarakat surabaya.
BalasHapusPengangkatan wakil tentu saja harus konfirmasi sama beliau. Otoriter amat pdip kayaknya
OOOH gitu ya. Bu Risma mesti tunk ama partai. Bahkan mungkin stor ke Partai. Walikota itu milik rakyat bukan milik partai
BalasHapusPDI-P kok seperti itu ya. Apakah semua pemerintah daerah yg dikepalai oleh orang PDI-P tidak bekerja utk masyarakat yg dipimpin nya tetapi bekerja hanya utk kepentingan PDI-P saja ? astaga
BalasHapusywdh jgn pilih banteng merah lg deh =.=, dmn2 org ngejbat milik rakyat bukn partai, mnding sklian dr fraksi independen deh
BalasHapus