Sumber laporan palsu tersebut datang dari walikota Jakarta barat. Berdasarkan laporan yang telah diterima Jokowi, pelayanan didaerah Jabar sudah baik. Namun ketika sang gubernur terjun ke lapangan, telah didapati banyak ketimpangan. Mulai dari jumlah PNS yang hanya 6 orang yang masuk sampai pada walikotanya sendiri yang belum hadir padahal waktu sudah menunjukkan puku 08.15.
Jokowi mengungkapkan, "Saya datang karena banyak laporan masuk ke saya, katanya pelayanannya sudah baik. Ternyata, lihat saja sendiri. Ternyata sampai di sana jam 08.15 WIB sampai 08.30 WIB kondisinya dari 30 orang, yang datang baru 6 orang. Pak Walikotanya juga nggak ada", tegas Jokowi di Kelurahan Tambora, Jakarta Barat (3/2).
Kekecewaan Jokowi juga kembali muncul saat tiba diloket pelayanan yang hanya diisi 1 orang dari 4 loket yang disediakan. Dari sinilah Jokowi merasa tertipu dan akibatnya akan ada pemanggilan secara khusus kepada sang walikota yang bersangkutan untuk mempertanggungjawabkan ucapannya. (Ars)

PECAT dan Ganti
BalasHapuspemimpin yg bijak......Patut diteladani
BalasHapusmaju terus pak. pecat orang2 yg begitu
BalasHapushttp://rochelleskincareasli.com/
maju terus pak....
BalasHapusMakanan enak
kalo g blusukan gmana bisa tahu, maknya banyak yg protes dg blusukan jokowi, g pejabat g anggota dewan, dllx krn cepat atau lambat giliran mereka utk diblusuki akan segera tiba, dan jika saatnya tiba baru ketahuan kalo ternyata mereka pemangku jabatan tsbt tdk bekerja apa2 kecuali mencari cara utk selalu korupsi dg aman.
BalasHapusrasakno.....
BalasHapus