Rabu, 05 Februari 2014 | 07.59

Kajian Khusus : 'Garis Nasib' Jokowi

Jatenpos.com, Setiap pemimpin bangsa dinegeri ini memiliki ceritanya sendiri-sendiri. Tidak sedikit yang berakhir dramatis bahkan tragedi. Sejarah telah mencatat, beberapa pemimpin bangsa yang sangat diidolakan diawal karier, harus menebus kepahitan seumur hidup dicela sebagian besar rakyatnya sendiri. Ini yang dikhawatirkan para intelektual pemerhati Jokowi tentang sebuah 'garis nasib'.   

Sebuah forum diskusi bernama 'Inilah Demokrasi' telah digelar secara khusus untuk melihat kedapan tentang perjalanan karier seorang calon pemimpin baru. Didalam forum tersebut ,terdapat Misbakhun selaku anggota legislatif DPR Golkar yang mencoba flashback tentang perjalanan demokrasi di negeri ini.

Misbakhun menjelaskan bahwa pada awal era SBY, popularitas dukungan kepada dirinya sungguh fantastis. nyaris tak tertandingi dan tiada banding. "Tubuhnya sangat presidensial. Lulusan terbaik. Skenarionya sudah siap, semua ditata dengan baik. Bahkan saya dengar teks pidatonya tidak boleh lewat satu tarikan napas. Tapi apa yang terjadi dengan bangsa? Menurut saya SBY gagal", tambahnya.

"Kita harus belajar dari fenomena SBY. Jangan lagi kita memilih pemimpin melihat citranya saja", tutupnya. Selain itu, Hasan Nasbi selaku konsultan politik juga menyayangkan jika Jokowi nanti bernasib sama dengan era Soeharto dan SBY.

"Saya khawatir fenomena Jokowi yang didukung banyak orang sekarang ini akan berakhir serupa dengan SBY", ungkap Hasan. Pemikirannya ini didasari dari dukungan di era SBY dan Jokowi yang serupa besarnya.

Harapan besar yang ditaruh dipundaknya membuat Jokowi harus benar-benar siap menghadapi tantangan besar terhadap segala aspek masalah multidimensi yang tengah "menggrogoti" negeri ini secara cepat dan pasti. (Ars)


Share this article :
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda

2 komentar:

  1. Maju terus Pak Jokowi menuju RI 1. Rakyat mendukung.....

    BalasHapus
  2. sby dulu didukung rakyat cuma krn simpati, apalgi dibilang anak TK sama taufik kiemas makanya dukungan deras mengalir termasuk saya. sementara prestasi beliau saya anggap tdk ada krn pada wkt itu benar2 belum kenal dan paham sepak terjang sby. sementara jokowi dukungan rakyat mengalir krn yg dilihat rakyat pada beliau adalah prestasinya yg bisa dekat dan merakyat, sederhana, mau blusukan dan berbaur, serta hasil nyata kebijakanya yg sgt pro rakyat, baru kemudian simpati mulai mengalir kepada jokowi termasuk saya juga.
    sby + simpati - prestasi = presiden
    jokowi + prestasi + simpati = insya Allah presiden

    BalasHapus

 
Copyright © 2013 Jatenpos.com - All Rights Reserved