Jumat, 14 Februari 2014 | 09.37

Bahaya Abu Vulkanik Untuk Pernafasan

Jatenpos.com, Abu vulkanik terdiri dari partikel halus batuan vulkanik yang terfragmentasi (kurang dari 2 mm diameter). Apabila masih dekat gunungapi abu vulkanik tersebut masih panas, namun seiring bertambahnya jarak dengan gunung api, abu tersebut akan bersifat dingin.

Abu vulkanik dapat menghalangi sinar matahari, mengurangi jarak pandang dan terkadang menyebabkan gelap gulita pada siang hari. Letusan juga dapat menimbulkan guntur dan kilat dari gesekan antara partikel yang dapat dilokalisasi berada di atas gunungapi atau seiring dengan pergerakan abu yang diakibatkan oleh angin.

Secara umum, abu vulkanik menyebabkan masalah kesehatan yang relatif sedikit,namun lebih banyak menghasilkan kecemasan.Dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dapat dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain dampak terhadap pernapasan, penyakit mata, iritasi kulit dan dampak tidak langsung akibat abu vulkanik.

Dikatakan oleh ahli kesehatan paru dari Rumah Sakit Omni Alam Sutera Tangerang, Dr Thahri Iskandar SpP, pada prinsipnya sewaktu letusan gunung itu terjadi, berbagai macam batu-batuan dikeluarkan. “Kandungan yang terdapat dalam abu vulkanik sangat variatif,” kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini.

Thahri mengatakan, apabila dibagi-bagi, maka kandungan dalam abu vulkanik tersebut terdiri atas pasir dan batu-batuan, produk letusan seperti belerang, juga awan panas yang banyak disebut dengan wedhus gembel. “Semuanya sangat berpengaruh terhadap kesehatan, khususnya paru-paru,” ungkapnya.

Pada beberapa letusan vulkanik, partikel abu sangat halus sehingga dapat masuk ke paru‐paru ketika kita bernapas. Apabila paparan terhadap abu cukup tinggi, maka orang yang sehatpun akan mengalami kesulitan bernapas disertai batuk dan iritasi.

Para penderita asma atau masalah paru‐paru lainnya seperti bronkitis dan emfisema, dan gangguan jantung parah adalah mereka yang paling berisiko. Partikel abu yang sangat halus dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan kontraksi sehingga mempersulit pernapasan, khususnya bagi mereka yang sudah memiliki permasalahan paru‐paru.

Penderita asma, khususnya anak‐anak, dapat menderita serangan batuk, sesak dada dan mengi. Beberapa orang yang tidak pernah menderita asma dapat mengalami gejala seperti asma setelah hujan abu, khususnya jika mereka yang terlalu lama melakukan kegiatan di luar ruangan.

Oleh Karenanya sebaiknya kita menghindari dulu banyak kegiatan diluar ruangan. Jika anda memang diharuskan ada di lapangan, gunakan peraltan seperti masker dan mantol untuk dapat mengurangi dampak buruk abu vulkanik terhadap kesehatan. 
Share this article :
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 Jatenpos.com - All Rights Reserved