Jatenpos.com, Masa pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu II yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan berakhir pada tahun ini. SBY pun telah menyiapkan peninggalan terakhir untuk hal ini, namun apa yang dilakukann nya ternyata berujung pada reaksi keras dari beberapa pihak.
Pada Jumat (17/01), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah meluncurkan buku berjudul "Selalu Ada Pilihan" di Jakarta Convention Centre. Buku setebal 824 halaman ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas. Didalamnya terdiri atas 4 bagian dan setiap bagian terdiri atas beberapa artikel. Menurut Presiden, buku tersebut menceritakan mengenai pengalamannya dan pandangannya serta berbagai latar belakang kebijakan yang ia putuskan selama hampir sepuluh tahun menjabat.
Namun, pengamat politik, Boni Hargens menilai buku tersebut sebagai bentuk arogansi Presiden SBY. Hal ini kemudian mendapatkan tepisan dari Daniel Sparringa, selaku Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik. Seperti pesan bbm yang diterima Antara pada minggu (19/01), "Buku itu ditulis dengan niat baik dan sikap rendah hati. Tidak ada kesombongan sebagaimana disangkakan," ujar Daniel.
"Isinya, menyanding, kadang membanding, bukan menanding," tambahnya. Menurutnya tidak ada "menara gading" dalam isi buku tersebut. uku ini menawarkan penglihatan seorang SBY terhadap hidup yang ia jalani. Para pembacapun berhak memberikan penilaian dan penafsiran mereka masing-masing pada saat membaca buku tersebut. (Jado)
Senin, 20 Januari 2014 | 11.08
Peninggalan Terakhir SBY Sebagai Presiden Menuai Reaksi Keras!
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar