Jatenpos.com,
Makan tidak saja hanya menjadi suatu kebutuhan dasar namun kini apa dan
bagaimana kita makan telah menjelma sebagai gaya hidup. Berbagai
kecanggihan teknologi pun ikut berperan membantu perkerjaan sehari-hari
termasuk membersihkan tempat makan kita yang kotor.
Siapa
yang tak mengingkan kehidupan yang lebih praktis dan mudah. Saat kita
ada di tempat makan atau restoran, bisa saja kita meninggalkan piring
kita, tanpa harus memikirkan bagaimana cara membersihkannya.
Namun tentu sangat berbeda saat kegiatan mengkonsumsi ini kita lakukan dirumah. Berbagai aktivitas seringkali pekerjaan mencuci piring menjadi sebuah pekerjaan yang berat dilakukan.
Namun tentu sangat berbeda saat kegiatan mengkonsumsi ini kita lakukan dirumah. Berbagai aktivitas seringkali pekerjaan mencuci piring menjadi sebuah pekerjaan yang berat dilakukan.
Namun
kini KTH Royal Institute of Technology di Stockholm berhasil
mengembangkan seperangkat alat makan dengan dengan teknologi. Alat makan
ini dapat digunakan kembali dengan bilasan yang sangat mudah, seperti
dilansir dalam situs Daily Mail (24/12).
Seperangkat alat pembersih ini dilengkapi dengan piring yang terbuat dari bahan berbasis selulosa baru yang ringan namun terasa seperti keramik yang kuat.
Seperangkat alat pembersih ini dilengkapi dengan piring yang terbuat dari bahan berbasis selulosa baru yang ringan namun terasa seperti keramik yang kuat.
salah
seorang desainer Dezeen, mengungkapkan, "Produk ini tidak hanya
menghemat sumber daya selama proses manufaktur, tetapi juga untuk siklus
kehidupan, dan tidak membutuhkan air serta bahan kimia untuk tetap
bersih".
Sedangkan Selulosa merupakan senyawa organik yang ditemukan dalam serat kapas, kayu dan jerami kering. Walaupun terbilang ringan, bahan-bahan tersebut merupakan jenis bahan yang aman dan kuat seperti keramik.
Sedangkan Selulosa merupakan senyawa organik yang ditemukan dalam serat kapas, kayu dan jerami kering. Walaupun terbilang ringan, bahan-bahan tersebut merupakan jenis bahan yang aman dan kuat seperti keramik.
Jadi anda ingin mencoba? (Fitriah/Edt)

0 komentar:
Posting Komentar