Jatenpos.com, 'Pantang menyerah' adalah simbol yang digunakan oleh para politisi yang 'tak henti-hentinya' menekan, membujuk dan menyindir bahkan memprotes baik secara langsung maupun terselubung kepada Jokowi. Ahokpun juga sering menjadi "target empuk" oleh partainya sendiri.
Berita polemik Ahok dengan partainya sudah menyebar keseluruh lapisan masyarakat. Sampai ada kata-kata kotor yang keluar. “Ada beritanya di koran, ketua umum katanya mau bawa ke majelis etik karena kata *** yang dinilai terlalu kasar", tandas Ahok (3/12).
Ahok menambahkan, "Tapi baik-baik saja, dua minggu lalu baru makan sama pak Prabowo (Ketua Dewan Pembina Gerindra)”. Ini dirasa Ahok sebagai lanjutan dari kritikan
tajam dari partainya terkait 'gaya bicara' Ahok yang dinilai 'keras'.
Selain hal itu, Ahok juga dikirimi pesan singkat yang menyulut emosi. “Ada, saya tahu orangnya kok. Dia sms ‘kalau Ahok tidak bela rakyat kecil, Ahok bisa dipecat’. Jadi saya dianggap tidak membela rakyat kecil,” ungkap Ahok. Namun sampai berita ini diturunkan, Ahok menjelaskan bahwa hubungan dia dengan Gerindra tidak ada masalah.
Lain Ahok, lainpula Jokowi. Mantan walikota tersebut sering kedatangan tamu yang menginginkan posisi jabatan strategis entah bagai direksi. “Banyak orang partai yang begitu dulu, kalau gagal di lantai satu mereka ke lantai 2, atau ke lantai 2 dulu baru ke lantai 1. Banyak yang kena semprot sama pak Ahok” tandas staf di balai kota (identitas tidak mau disebutkan namanya) (3/12).
Penolakan tersebut ternyata berbuntut panjang. Beberapa anggota DPRD menyimpulkan bahwa program Jokowi bernama KJS telah gagal karena dianggap belum siap. Para anggota DPRD sampai mengumpulkan tanda tangan untuk memakzulkan mantan walikota Solo tersebut.
Entah sampai kapan tekanan tersebut berlangsung, yang jelas sampai detik ini Jokowi-Ahok tetap bekerja sebaik mungkin tanpa terlalu memikirkan segala bentuk serangan terhadap dirinya. (Diar/Rep)

0 komentar:
Posting Komentar