Jatenpos.com, Gedung DPR kembali mengalami kejadian pahit. Akun dari salah satu petinggi penting pejabat MPR harus rela diobok-obok dan diretas oleh seorang hacker. Kejadian tersebut menjadi menggelikan ketika yang meretas justru seorang tukang cuci piring yang tidak lulus SMP.
Nurhamdi Pulungan, pria 29 tahun asal Asahan, Sumatra Utara ini melancarkan aksinya berupa permintaan pulsa. Aksi tersebut ditujukan kebeberapa target terdekat dari hubungan pertemanan yang dijalin oleh Hajriyanto Y Thohari (Wakil Ketua MPR).
Tidak tanggung-tanggung, jumlah keuntungan pulsa yang diraup mencapai 2,5 jutaan rupiah. Akibat perbuatannya tersebut, Nurhamdi terkena Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kasubdit Cyber Crime Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar (Pol) Edy Suwandono menjelaskan, "Meminta pulsa ke kontak inbox akun korban".
Hajrianto mengetahui ada yang tidak beres dengan akun facebooknya. Ketidakberesan tersebut berupa komentar dan pesan-pesan dari teman-teman dari akun facebooknya. Komentar-komentar tersebut berupa informasi transfer pulsa yang sebelumnya merasa tidak pernah diminta oleh dirinya.
Kejanggalan ternyata juga dialami oleh teman-teman terdekat yang dimintai pulsa. Pasalnya permintaan pulsa tersebut tidak wajar. Jumlah pulsa yang diminta mencapai 1 juta dengan nomor yang tidak sama.
Ketika ditangkap dan diamankan oleh fihak kepolisian, laptop, 12 SIM CARD dan 2 handphone milik pelaku diamankan sebagai barang bukti. (Novita/Kon)

0 komentar:
Posting Komentar