Jatenpos.com, Perjalanan karier Basuki Tjahja Purnama (Ahok) memang tidak semulus rekan kerjanya, Jokowi. Idealisme Ahok yang memiliki ciri khusus, membuat dirinya banyak mendapat masalah dari partai tempat dia bernaung.
Pengamat politik Syarif Hidayatullah (Universitas Negeri Islam) mengungkapkan, "Saya
melihat posisi Ahok ini bukan dilahirkan dari sebuah proses proses
kaderisasi Gerindra", (16/12).
Dua ungkapan tersebut memang sesuatu yang wajar. Pasalnya inilah yang membedakan antara Jokowi dengan Ahok. Ahok tidak seloyal Jokowi dalam menjalin hubungan dengan partai. Maka tidak heran jika Ahok sering berpindah-pindah partai (seperti "kutu loncat"). Partai terakhir yang dia pindahi adalah Golkar yang kemudian masuk ke Gerindra. "Dia (Ahok) masuk Gerindra sudah setengah jadi. Dia ganti-ganti partai", tambah Gungun.
Gugun merasa Gerindra perlu belajar dari PDIP dalam mengelola personalisasi figur publiknya. DPIP dianggap telah berhasil mengembangkan, menjalin dan memanage figur seorang Jokowi dengan baik. Padahal, jika Gerindra juga bisa melakukan hal tersebut, Ahok sangat berpotensial untuk memperoleh insensif elektoral pada pemilu 2014 nanti. (Adi/Edt)

0 komentar:
Posting Komentar