Jumat, 18 Oktober 2013 | 10.56

Tarian Mematikan


Menari merupakan hal yang menyenangkan bagi sebagian besar orang namun bisa menjadi malapetaka berupa kematian bagi sebagian besar orang. 

Di Prancis (1518), ada sebuah jalan bernama Strasbourg yang cukup banyak dilewati orang. Pada suatu waktu ada seorang wanita bernama Frau Troffea melewati jalan tersebut dan menarikan tarian aneh selama enam hari berturut-turut. 

Tarian tersebut pada awalnya dianggap suatu hal biasa namun karena wanita itu menarikannya dengan selama berjam-jam bahkan berhari-hari, maka masyarakat sekitar mulai memperhatikan tarian tersebut dan mengikuti tarian tersebut. 

Hanya selang beberapa hari, tarian wanita tersebut telah diikuti 34 orang. Keanehan semakin terasa ketika dalam kurun waktu 1 bulan tarian tersebut diikuti oleh 400 orang tanpa henti. 

Melihat kejadian tersebut, aparat pemerintah yang dikomando oleh para pejabat merasa keanehan tersebut harus dihentikan. Pada akhirnya muncullah kebijakan dari para pejabat tersebut menyarankan kepada para penarinya untuk lebh sering menari dalam waktu yang lebih lama lagi. 

Disitulah awal petaka mulai muncul, pada akhir musim panas ratusan orang di kota Al Satian meninggal seketika akibat serangan jantung dan stroke akibat kelelahan menari tanpa henti. 

Jika dikaitkan secara medis, ada kejanggalan dari musibah tersebut. Pasalnya para ilmuwan yang meneliti merasa bahwa penyakit jantung dan stroke tidak ada kaitannya dengan tarian yang dipertunjukkan. Walau demikian, para ilmuwan tetap meyakini bahwa secara garis besar para penari tersebut meninggal karena kelelahan. 

Akibat malapetaka tersebut, tarian itu menjadi legeda dan disebut sebagai tarian kematian Epidemi 1518.

Reporter : Irg
Share this article :
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 Jatenpos.com - All Rights Reserved