Kamis, 13 Februari 2014 | 11.45
Pramono Edhie Sindir Cara Kerja Jokowi
Jatenpos.com, Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo, menegaskan siap mengganyang koruptor jika diberi kesempatan menduduki kursi RI-1. Tak hanya pelaku rasuah yang bakal dipangkas oleh mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu, tapi juga para mafia dan praktik culas lain yang menguasai sumber daya alam dan merugikan negara serta rakyat.
"Itu (koruptor dan mafia) langsung babat. Bahasanya begitu saja," kata Pramono kepada awak media, di Surabaya, Rabu (12/2) dalam liputan merdeka(dot)com.
Menurut adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, banyak kepala daerah gamang dalam mengambil kebijakan yang menyinggung pemilik modal tertentu. Sebab, para pimpinan daerah itu utang budi lantaran dibiayai oleh konglomerat tertentu yang mengharapkan ada timbal balik menguntungkan.
Pramono mengatakan, faktor sebab akibat itu menyebabkan banyak kepala daerah yang tersangkut perkara hukum. Sebab, sejak awal tidak memainkan praktik politik yang jujur dan bersih.
"Itu yang menjadikan seorang ragu-ragu. Kepala daerah itu jadi tersandera. Karena saat pemilihan, uangnya dari cukong. Kalau uangnya dari orang, kan kita tahu diri. Menurut ya. Kalau ikut pertandingan jangan pinjam uang di bank. Nanti kalau kalah bisa pusing mengembalikannya," ujar Pramono.
Pramono lantas mengambil contoh seorang kepala daerah tergolong bersih. Dia adalah Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, Muhammad Nurdin Abdullah. Menurut dia, Nurdin adalah sosok pemimpin patut diteladani lantaran bekerja ikhlas buat rakyat dan bisa mensejahterakan. Apalagi, lanjut dia, Nurdin juga memiliki kebiasaan blusukan.
"Itulah, makanya jadi pemimpin harus bersih hati. Jangan cuma blusukan terus cari popularitas. Contoh Bupati Bantaeng. Dia didemo karena rakyatnya meminta dia harus mencalonkan lagi. Jujur. Pemimpin harus seperti itu," ucap Pramono.
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar