Hariannusa.com - Masalah baru kini harus menimpa perusahaan penerbangan perintis PT Merpati Airlines Nusantara (MNA). Perusahaan berplat merah itu terkesan lupa jika tengah berhutang pada Pertamina hingga mencapai Rp165 miliar rupiah.
Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menyebutkan jika Merpati selalu ingkar janji dalan memenuhi pembayaran. "Kemarin itu mereka komit pembelian avtur di bawah Rp100 miliar, tapi lama-lama meningkat lagi jadi pembelian di bawah Rp150 miliar, lah ini meningkat terus. Jadi kita stop. Dan kita layani kalau mereka beli secara tunai (cash)," paparnya seperti dikutip okezone, kemarin.
Ali pun heran dengan manajemen di dalam merpati yang terus saja menunggak pembayaran avtur. Padahal penerbangan tersebut sudah terbang hinggga ke daerah - daerah terpencil. Seharusnya Merpati bisa mendapatkan penjualan dari harga tiket.
"Problem-nya ada di Merpati. Kita enggak bisa tolerir," cetusnya. Dengan berhentinya operasional penerbangan Merpati, Ali menyebutkan pihak Merpati tidak melakukan pembelian avtur kepda Pertamina.(kina)

0 komentar:
Posting Komentar