Jatenpos.com, Para tokoh masyarakat, tokoh agama dan pimpinan partai politik tetap harus menjadi suri tauladan bagi masyarakat menjelang Pemilu 2014. Kekisruhan politik Thailand terjadi karena tidak ada tokoh yang menjadi sentral yang menjadi panutan.
Itu disampaikan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Situ Zuhro yang dihubungi di Jakarta, Senin (3/1). “Itulah yang membedakan kita dengan Thailand,” papar Siti.
Menurut dia, Pemilu seharusnya menjadi jalan keluar bagi penyelesaian politik di negara tersebut, tapi kenyataannya tidak seperti yang kita harapkan, karena masih adanya kelompok yang menentang penyelenggaraan Pemilu tersebut.
“Kita sebentar lagi akan mengadakan Pemilu Legislatif pada tangga 9 April nanti, tentu yang paling utama partai politik (parpol) sebagai peserta Pemilu sejak sekarang harus siap mental untuk kalah maupun menang,” papar Siti.
Menurut Siti, masyarakat Indonesia sebetulnya sudah siap berdemokrasi, mereka sudah terbiasa mengikuti Pemilu secara langsung dari mulai Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden/Wakil Presiden, termasuk Pemilihan Kepala Daerah yang jumlahnya begitu banyak dari mulai tingkat gubernur, dan kabupaten/kota.
“Masyarakat tidak perduli dengan siapapun orangnya yang menang, karena itu sudah dengan pilihan mereka. Namun, yang menjadi persoalan kalau masyarakat kita ada yang memanasinya, karenanya elit politik harus mencegah ini terjadi,” papar dia.
Dikatakan Siti, dirinya yakin masyarakat Indonesia tidak menghendaki kondisi politiknya seperti Thailand setelah Pemilu nanti. Meskipun ada kemiripan antara Indonesia dan Thailand khususnya dalam peran militer dan birokrasi.
“Namun ada perbedaan yakni, masyarakat kita yang homogen dan Thailand yang heterogen. Masyarakat heterogen memang jauh lebih kreatif, dan berbeda dengan homogen, tapi masyarakat homogen kalau sudah disulut itu yang berbahaya,” papar Siti.
Sebab itu, Siti mengingatkan kekuatan bangsa kita adalah slogan Pahlawan Nasional dari Ki Hajar Dewantara. “Di depan kita memberikan suri tauladan, di tengah memberikan gagasan dan di belakang memberikan pengawalan,” papar Siti.
Ditambahkan Siti, "Para tokoh masyarakat, termasuk pimpinan parpol akan memegang falsafah dari Ki Hajar Dewantara tersebut, sehingga Indonesia tidak mungkin seperti Thailand,”.
Dikatakannya, Pemilu kita berjalan lancar dan baik, dan ada masalah pasti, dan itu diselesaikan jalur hukum untuk penyelesaian sengketa Pemilu.
Selasa, 04 Februari 2014 | 10.51
Membedakan Politik Kita Dengan Thailand
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar