Senin, 24 Februari 2014 | 11.21

Kasus Jokowi Penuh Kejanggalan!



Jatenpos.com - Kasus penyadapan yang menimpa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menimbulkan banyak spekulasi di kalangan masyarakat. Apalagi kejadian tersebut terjadi disaat isu pemilu di Indonesia yang kian memanas. Banyak para lawan politik menganggap kasus itu hanyalah sebuah pengalihan isu untuk menutupi pertikaian yang terjadi di internal partai PDI Perjuangan.

Anggota Komisi I DPR Muhammad Najib mengatakan, Komisi I saat ini tengah menyelidiki kasus yang menimpa Jokowi, apakah benar kasus penyadapan atau hanya sebuah pengalihan isu. "Komisi I sedang mencari tahu, apakah ini betul-betul sebuah penyadapan atau sebuah cara untuk meningkatkan citra politik saja. Karena itu, kami tidak ingin terburu-buru mengomentari," kata Najib kepada wartawan di Jakarta, Minggu kemarin.

Najib menambahkan, aturan mengenai penyadapan masih belum terlalu ketat sehingga masih banyak celah yang bisa digunakan untuk penggunaan alat sadap. Selain itu banyak keterangan dari partai PDI Perjuangan yang berubah - ubah sehingga tampak seperti sebuah kebohongan.

Seperti diketahui, awalnya Sekjen PDI-P Tjahjo Kumolo mengatakan tiga alat sadap itu ditemukan setelah PDI-P melakukan penggeledahan di rumaha Jokowi. Namun setelah dikonfirmasi, Tjahjo meralat perkataannya dan mengatakan bahwa informasi tentang tiga alat sadap itu ditemukan pleh tim pengawal Jokowi yang kemudian disampaikann ke Dewan Pimpinan Pusat PDI-P.(kim)


Share this article :
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 Jatenpos.com - All Rights Reserved