Banjir yang menggenang Jakarta beberapa pekan terakhir memang meninggalkan kisah sedih tersendiri. Bukan hanya bagi Sang Gubernur yang sampai kocar - kacir menangani permasalahan yang selalu timbul setiap tahunnya itu bahkan warganya pun hanya bisa ' menjerit'.
Sebagian besar wilayah Jakarta yang tergenang banjir membuat perekonomian ibukota menjadi terguncang hebat. Kawasan yang paling parah terkena dampaknya adalah Hayam Wuruk, Pinangsia, dan sekitar Glodok. Banyak para pengusaha yang lokasi usahanya terendam banjir mengalami kerugian cukup besar.
Kawasan lain, sejumah pusat bisnis dan industri di Jakarta seperti kawasan industri Pulogadung, Mangga Dua, dan Kelapa Gading, juga terkena dampak banjir. "Karena akses menuju ke sana banjir, karyawan dan kendaraan-kendaraan tidak bisa menuju ke sana, akhirnya di kawasan JIEP Pulogadung, Mangga Dua, dan Kelapa Gading terganggu," kata Sarman, salah satu pengusaha di Jakarta.
Total kerugian yang dirasakan para pelaku usaha masih belum diketahui jumlahnya. Namun lebih lanjut, Sarman berharap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dapat mempercepat terobosan program penanggulangan banjir di Jakarta, tidak lagi 5 tahunan, untuk mengurangi jumlah kerugian akibat banjir.
Bencana tersebut membuat hati mereka 'menjerit' mengadu kepada sang gubernur. Namun Jokowi tetaplah Jokowi. Apapun akan dilakukan sang gubernur untuk membawa 'kabar gembira' sebagai solusi tepat guna. Kita tunggu saja pencapaian-pencapaian besar dari solusi banjir yang sedang Jokowi lakukan bersama jajarannya. (Ambar)

0 komentar:
Posting Komentar