Jatenpos - Ada yang berbeda di halaman Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah Kemarin. Puluhan pegawai honorer melakukan aksi protes tentang hasil seleksi CPNS kategori 2 yang dicurigai penuh kecurangan. Salah satu pendemo adalah anggota brimob yang tidak terima istrinya gagal lulus seleksi.
Anggota Brimob dari Subden IV Lemboroma, Kecamatan Beteleme kepada wartawan, mengecam hasil seleksi yang diumumkan pada tanggal 18 Februari 2014. Dia tidak terima adanya tenaga honorer yang baru mengabdi beberapa bulan justru diterima sedangkan istrinya yang sudah bekerja lebih dari 2 tahun, seperti istrinya justru tidak diluluskan.
Dalam orasinya, pria yang berpangkat Briptu itu bahkan bersedia memimpin para tenaga honorer untuk menyampaikan aspirasi mereka. Meski demikian ia meminta para tenaga honorer yang tidak lulus untuk tetap bersikap bijak dan tidak bertindak anarkis.
Seperti diketahui, sebelum kehadiran anggota Brimob tersebut, telah terjadi aksi demonstrasi yang berakhir dengan pengrusakan Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Morowali. Massa memecahkan kaca dan melempar serta membakar tumpukan dokumen yang berada di kantor. (pur)

0 komentar:
Posting Komentar