Jatenpos.com, Tidak semua Lembaga Survey di Indonesia jujur dalam memaparkan hasil surveynya. Ada beberapa yang justru tidak sesuai dengan kenyataan. Pengalaman ini pernah terjadi pada saat pemilihan Cagub Jakarta 2012 lalu.
Bagaimana tidak Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang saat itu melakukan survei elektabilitas Pilgub DKI 2012 menyebutkan jika pasangan Joko Widodo–Basuki Tjahaja hanya mendapatkan 14,4 persen jauh dibandingkan rivalnya Fauzi Bowo–Nachrowi yang mencapai 43,17 persen. Survei tersebut bahkan mengunggulkan pasangan Foke–Nara yang akan terpilih sebagai Gubernur Jakarta.
Patrice saat dimintai tanggapan mengenai survei LSI menyebutkan, Survei yang kerap dilakukan oleh lembaga survei kerap melenceng dari perkiraan. "Jadi, masyarakat sudah tidak percaya karena kesan tidak independen dan tendensius terlalu ketara. Terkesan sekali memaksakan untuk menggiring opini publik kepada parpol tertentu,” ujarnya.
Patrice menambahkan, banyak kandidat kepala daerah yang menggunakan jasa lembaga yang dipimpin Denny JA itu kalah dalam pilkada. Pasalnya, kata dia, riset yang dilakukan LSI kebanyakan tidak akurat. Saat ini tingkat kepercayaan publik terhadap LSI berada di peringkat 11 dari 12 lembaga riset yang disurvei. (Ambar)
Selasa, 04 Februari 2014 | 15.15
Elektabilitas Jokowi Hanya 14,4 persen Ternyata SURVEY PALSU!
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar