Kamis, 06 Februari 2014 | 06.15

Demi Pencalonan Presiden, Siap Jegal Lawan Dengan UU

Jatenpos.com, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Myanmar, Shwe Mann, kemungkinan besar akan menjegal langkah pemimpin oposisi, Aung San Suu Kyi, menjadi presiden. Senin kemarin Shwe membentuk sebuah panitia yang berperan penting menentukan kelayakan peraih Nobel Perdamaian itu mencalonkan diri.

Shwe menugaskan para anggota panitia untuk mengubah Undang-Undang Dasar (UUD) yang diwariskan pemerintah militer sebelumnya. Para periode tersebut, Suu Kyi mendapat tahanan rumah dan diasingkan dari aktivitas politik. Konstitusi mencakup ayat 59f yang berisi larangan bagi siapapun yang berkerabat dengan anggota keluarga asing untuk menjadi presiden. Suu Kyi adalah janda seorang warga negara Inggris. Pasangan tersebut dikaruniai dua anak.

Amandemen UUD dianggap sebagai hal penting bagi Amerika Serikat dan negara-negara lain yang telah menyambut Myanmar ke dalam pentas internasional sejak pemerintahan sipil menggantikan kediktatoran militer pada 2011. Pemilihan umum presiden rencananya akan digelar pada 2015, dan Suu Kyi (partai Liga Nasional Demokrasi) diharapkan meraih lebih banyak kursi parlemen setelah memenangi 43 dari 44 kursi yang diperebutkan dalam pemilu 2012. Banyak pihak berharap jika Suu Kyi dapat terus menduduki kursinya, ia akan menjadi presiden.
More In asia

Shwe Mann tahun lalu mengatakan akan mendesak amandemen UUD mengenai kualifikasi presiden demi menjamin “pemilu yang bebas dan adil pada 2015.” Namun, laporan pekan lalu mengungkap bahwa masyarakat menentang amandemen tersebut, meski tetap ingin militer mendapat 25% kursi parlemen. Para perwakilan Liga Nasional Demokrasi mempertanyakan legitimasi laporan tersebut.

Ihwal amandemen tersebut menyulut ketidakpastian yang menahan para investor untuk masuk. Mereka mencemaskan masa depan politik Myanmar serta kemungkinan diterapkannya lagi sanksi bagi negara tersebut.

Dalam pelbagai wawancara Shwe Mann menyatakan ketertarikannya untuk mencalonkan diri sebagai presiden dan berharap partai akan memilihnya untuk menjadi kandidat jika memenangi mayoritas parlemen. Presiden tidak langsung dipilih.

Sebagai mantan jenderal, Shwe Mann memiliki ikatan erat dengan militer, pihak yang sepertinya menolak perubahan politik drastis setelah kekuasaannya berhasil tergerus dalam beberapa tahun terakhir. Angkatan bersenjata masih dipandang sebagai ‘wild card’ yang hingga saat ini masih bungkam mengenai sejumlah perubahan di Myanmar.


Share this article :
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 Jatenpos.com - All Rights Reserved