Jatenpos.com, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Myanmar, Shwe Mann,
kemungkinan besar akan menjegal langkah pemimpin oposisi, Aung San Suu
Kyi, menjadi presiden. Senin kemarin Shwe membentuk sebuah panitia yang
berperan penting menentukan kelayakan peraih Nobel Perdamaian itu
mencalonkan diri.
Shwe menugaskan para anggota panitia untuk
mengubah Undang-Undang Dasar (UUD) yang diwariskan pemerintah militer
sebelumnya. Para periode tersebut, Suu Kyi mendapat tahanan rumah dan
diasingkan dari aktivitas politik. Konstitusi mencakup ayat 59f yang
berisi larangan bagi siapapun yang berkerabat dengan anggota keluarga
asing untuk menjadi presiden. Suu Kyi adalah janda seorang warga negara
Inggris. Pasangan tersebut dikaruniai dua anak.
Amandemen UUD
dianggap sebagai hal penting bagi Amerika Serikat dan negara-negara lain
yang telah menyambut Myanmar ke dalam pentas internasional sejak
pemerintahan sipil menggantikan kediktatoran militer pada 2011.
Pemilihan umum presiden rencananya akan digelar pada 2015, dan Suu Kyi
(partai Liga Nasional Demokrasi) diharapkan meraih lebih banyak kursi
parlemen setelah memenangi 43 dari 44 kursi yang diperebutkan dalam
pemilu 2012. Banyak pihak berharap jika Suu Kyi dapat terus menduduki
kursinya, ia akan menjadi presiden.
More In asia
Shwe Mann
tahun lalu mengatakan akan mendesak amandemen UUD mengenai kualifikasi
presiden demi menjamin “pemilu yang bebas dan adil pada 2015.” Namun,
laporan pekan lalu mengungkap bahwa masyarakat menentang amandemen
tersebut, meski tetap ingin militer mendapat 25% kursi parlemen. Para
perwakilan Liga Nasional Demokrasi mempertanyakan legitimasi laporan
tersebut.
Ihwal amandemen tersebut menyulut ketidakpastian yang
menahan para investor untuk masuk. Mereka mencemaskan masa depan politik
Myanmar serta kemungkinan diterapkannya lagi sanksi bagi negara
tersebut.
Dalam pelbagai wawancara Shwe Mann menyatakan
ketertarikannya untuk mencalonkan diri sebagai presiden dan berharap
partai akan memilihnya untuk menjadi kandidat jika memenangi mayoritas
parlemen. Presiden tidak langsung dipilih.
Sebagai mantan
jenderal, Shwe Mann memiliki ikatan erat dengan militer, pihak yang
sepertinya menolak perubahan politik drastis setelah kekuasaannya
berhasil tergerus dalam beberapa tahun terakhir. Angkatan bersenjata
masih dipandang sebagai ‘wild card’ yang hingga saat ini masih bungkam
mengenai sejumlah perubahan di Myanmar.
Kamis, 06 Februari 2014 | 06.15
Demi Pencalonan Presiden, Siap Jegal Lawan Dengan UU
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar