Senin, 10 Februari 2014 | 10.33

Anggota Dewan Anggap Jokowi Ciptakan Preman

Jatenpos.com, Tidak semua kebijakan yang dilakukan Gubernur Jakarta mendapat apresiasi dari Badan Legislatif. Sebagian kebijakan yang dilakukan Jokowi dianggap hanya membuat masalah baru bagi Ibukota.

Contohnya saja masalah perparkiran di Jakarta, kalangan Anggota Dewan mengkritik kebijakan Jokowi yang memberikan gaji dua kali lipat bagi juru parkir, justru akan menciptakan preman baru di Ibukota. Mereka meminta Jokowi untuk memperbaiki dahulu sistem perparkiran, sebelum mengeluarkan kebijakan tersebut.

"Kalau pendapatan parkir besar, bukan hanya bisa untuk gaji juru parkir tinggi, tapi bisa untuk pembelian busway, dan angkutan umum lainnya. Beresin sistemnya dulu, baru terapkan gaji besar," kata Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi saat ditemui di kantornya.

Edi berpendapat gaji besar juru parkir tidak menjamin terselenggaranya perparkiran yang baik sebab banyak juru parkir yang tidak profesional. "Kalau seperti sekarang, juru parkir mirip preman, dapat uang banyak, disetor sedikit," ujarnya.

Seperti diketahui UMR (Upah Minimum Kerja) DKI tahun 2014 sebesar Rp2,4 juta, berarti gaji juru parkir bisa mencapai Rp 4,8 juta. Meski demikian Jokowi beralasan kebijakan yang dibuatnya itu menyusul dinaikkannya tarif parkir di badan jalan hingga mencapai 4 kali lipat. (Ambar)


Share this article :
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 Jatenpos.com - All Rights Reserved