Jatenpos.com, Pengakuan atas kesalahan dari suatu pengambilan keputusan sudah menjadi hal tabu di negeri ini. Nampaknya ketabuan itu tidak berlaku bagi seorang Dahlan Iskan. Secara terbuka, Dahlan menyatakan rasa bersalah dan komitmen untuk perbaikan sebagai bentuk tanggung jawab sepenuhnya.
Kesalahan yang dilakukan berupa kesimpangsiuran atas kenaikan harga elpiji 12 kg. Akibatnya, lonjakan harga yang tidak beraturan tersebut sempat meresahkan dan membuat perputaran distribusi elpiji menjadi tidak beraturan. Ini dilihat dari lonjakan harga mulai Rp 70.200 sampai menembus angka Rp 117.708 per tabung.
Dahlan mengungkapkan, "harga ini dianggap ketinggian. Nggak apa-apa, kita akan tinjau ulang kembali. Semua saya yang salah. Kurang koordinasi, saya yang salah". Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung didepan presiden SBY di Halim Perdanakusuma (5/1).
Dahlan melanjutkan, "Pertamina harus patuh dengan BPK. Karena ini non subsidi. Pertamina
takut dengan BPK. Makanya Pertamina memilih untuk menaikkan harga
elpiji", seperti dilansir detik.
Setelah terjadinya kesalahan tersebut, Dahlan mengaku akan segera memperbaiki koordinasi antara pertamina dengan pertamina secepatnya. (Reza)
Senin, 06 Januari 2014 | 10.42
'Jiwa Kesatria' Seorang Dahlan Iskan
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar