Jumat, 31 Januari 2014 | 11.54

Diluar Dugaan, Jusuf Kalla Didukung PARTAI BESAR LAINNYA


Jatenpos.com, Jusuf Kalla yang biasa dikenal sebagai tokoh senior partai Golkar ternyata memiliki kedekatan yang begitu besar dengan partai besar lainnya. ini berdampak pada besarnya dukungan kepada dirinya. Bahkan Jusuf Kalla digadang-gadang akan diusung sebagai capres dalam partai tersebut, WAW!.

Peta bursa calon presiden yang akan maju melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) "tiba-tiba" terlihat jelas. Kemarin (30/1), 25 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB se-Indonesia mendeklarasikan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebagai calon presiden. Itu berarti JK yang masih diakui sebagai tokoh senior Partai Golkar tersebut mendapat dukungan mayoritas.

Dukungan itu dideklarasikan di Banjarmasin. Hadir Ketua Umum Dewan Perwakilan Pusat (DPP) PKB HA Muhaimin Iskandar dan Jusuf Kalla.

Menariknya, Muhaimin menyatakan kaget lantaran kedatangannya ke Banjarmasin disambut seluruh ketua DPW PKB se-Indonesia. Padahal, dia datang untuk memenuhi undangan silaturahmi ulama dan tokoh NU yang diadakan DPW PKB Kalsel. Lebih kaget lagi, ketua-ketua DPW yang hadir mendeklarasikan dukungan untuk JK sebagai capres.

"Saya tidak meminta mereka (ketua DPW PKB se-Indonesia) berkumpul di Banjarmasin," ucapnya, ketika memberikan sambutan.

Begitu juga deklarasi tersebut. Muhaimin mengatakan tak menyangka ketua DPW PKB se-Indonesia datang ke Banjarmasin untuk mendeklarasikan JK sebagai capres. "Memang ada beberapa ketua DPW PKB yang datang kepada saya untuk menyampaikan masalah pencapresan Pak Jusuf Kalla. Tapi, saya tak menduga bakal dideklarasikan ketua DPW seluruh Indonesia," bebernya.

Dia menyambut baik aspirasi atau keinginan DPW-DPW yang mencalonkan JK sebagai presiden. "Aspirasi ini tentu akan kami jadikan pertimbangan. Semoga saja Jusuf Kalla bersedia sehingga bisa menambah semangat teman-teman di PKB," tegasnya.

Ditanya soal nasib pencalonan Rhoma Irama dan Mahfud M.D. (mantan ketua MK) sebagai presiden dari PKB, Muhaimin menjawab, karena pencalonan JK baru masuk dan disampaikan seluruh ketua DPW, dirinya meminta waktu untuk berkonsolidasi atau merapatkan kembali. "Karena aspirasi ini baru masuk, harus kami bicarakan dulu," bebernya.

Muhaimin mengatakan, ketentuan nama capres dari PKB diumumkan setelah pemilu legislatif (pileg). "Saya sebagai ketua umum tentu harus netral. Kami akan melihat hasil survei serta pertimbangan komunikasi dengan alim ulama dan pengurus PKB untuk menentukan capres," ujarnya

Sumber : Sapos


Share this article :
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 Jatenpos.com - All Rights Reserved