Jatenpos.com, Sejumlah perkembangan dari sebuah teknologi selalu membawa dua hal yaitu pemanfaatan dan ancaman. Hal ini berlaku pula untuk perkembangan teknologi berikut ini.
Mungkin bagi sebagian orang printer 3D telah didengar sebelumnya, namun belum pasti benar mengenai bentuk dan pemanfaatannya. Printer 3D masuk dalam daftar 10 benda teknologi yang akan berkembang pesat ditahun 2014. Sepeti yang nampak dalam acara Gartner Symposium/ITxpo yang digelar pada 6-13 Oktober 2013 lalu, di Orlando, Amerika Serikat.
Seperti dilansir oleh viva (27/12) disebutkan bahwa harga untuk printer ini akan mengalami penurunan tajam. Hal ini dikarenakan banyaknya produk yang diciptakan dan banyaknya permintaan dari berbagai perusahaan untuk melakukan pengembangan usaha.
Perkembangan ini tidak hanya dapat menunjang kebutuhan dari para pengusaha manufaktur saja, melainkan bagi dunia medis. Namun tetap saja ada unsur negatif dari sebuah perkembangan sebuat teknologi.
Dr Frank Bova, Kepala Lab Radiosurgery dan Biologi, di University of Florida, yang dilansir oleh Live Science, menuturkan "Kami telah berhasil menciptakan model fisik dari kepala manusia dengan menggunakan printer 3D. Para dokter bedah bisa memiliki ketepatan, baik itu koordinasi mata dan tangan ketika sedang membedah seorang pasien" katanya.
Namun hal berbeda justru diungkapakan, Cody Wilson, pemimpin Defense Distributed yang juga mahasiswa hukum di University of Texas, AS, ada banyak pihak berharap agar teknologi ini tidak berhasil alias gagal. "Tapi, dunia percetakan 3D telah menjadi industri manufaktur di masa depan. Ini tak terhindarkan. Tentu saja teknologi terbaru ini memiliki risiko dan manfaat" kata Wilson. Darisinilah perkembangan dan pemanfaatannya memang harus selalu dapat diawasi dengan baik. (Fitriah/Edt)
Mungkin bagi sebagian orang printer 3D telah didengar sebelumnya, namun belum pasti benar mengenai bentuk dan pemanfaatannya. Printer 3D masuk dalam daftar 10 benda teknologi yang akan berkembang pesat ditahun 2014. Sepeti yang nampak dalam acara Gartner Symposium/ITxpo yang digelar pada 6-13 Oktober 2013 lalu, di Orlando, Amerika Serikat.
Seperti dilansir oleh viva (27/12) disebutkan bahwa harga untuk printer ini akan mengalami penurunan tajam. Hal ini dikarenakan banyaknya produk yang diciptakan dan banyaknya permintaan dari berbagai perusahaan untuk melakukan pengembangan usaha.
Perkembangan ini tidak hanya dapat menunjang kebutuhan dari para pengusaha manufaktur saja, melainkan bagi dunia medis. Namun tetap saja ada unsur negatif dari sebuah perkembangan sebuat teknologi.
Dr Frank Bova, Kepala Lab Radiosurgery dan Biologi, di University of Florida, yang dilansir oleh Live Science, menuturkan "Kami telah berhasil menciptakan model fisik dari kepala manusia dengan menggunakan printer 3D. Para dokter bedah bisa memiliki ketepatan, baik itu koordinasi mata dan tangan ketika sedang membedah seorang pasien" katanya.
Namun hal berbeda justru diungkapakan, Cody Wilson, pemimpin Defense Distributed yang juga mahasiswa hukum di University of Texas, AS, ada banyak pihak berharap agar teknologi ini tidak berhasil alias gagal. "Tapi, dunia percetakan 3D telah menjadi industri manufaktur di masa depan. Ini tak terhindarkan. Tentu saja teknologi terbaru ini memiliki risiko dan manfaat" kata Wilson. Darisinilah perkembangan dan pemanfaatannya memang harus selalu dapat diawasi dengan baik. (Fitriah/Edt)

0 komentar:
Posting Komentar