Jatenpos.com, Korupsi telah menjadi makanan sehari-hari bagi para birokrat yang nakal. Bagi masyarakat Solo, korupsi memiliki arti lebih dari sekedar kejahatan tetapi juga merupakan dendam kesumat yang telah mendarah daging. Persepsi masyarakat inilah yang pada akhirnya membuat masyarakat Solo menggelar aksi mereka.
Para koruptor yang dimaksud adalah patung-patung dan poster-poster yang diibaratkan sebagai koruptor oleh masyarakat setempat. Didalam aksi yang dikoordinir oleh Bambang Saptono di kota Klaten ini, terdapat pesan yang ingin disampaikan.
Pesan tersebut berupa pemberian hukuman mati karena kejahatan korupsi di Indonesia menduduki peringkat dengan jumlah koruptor tertinggi.
"Kami prihatin terhadap maraknya korupsi di Indonesia. Diperlukan tindakan keras bagi penegak hukum agar sanksi atau hukuman bagi koruptor dipertegas, kalau perlu hukuman mati bagi para koruptor," ungkap Bambang.
sebelum arakan dimulai, puluhan warga melempar patung (diibaratkan koruptor) dengan recehan uang logam. Aksi tersebut berkahir di tiang gantungan sebagai simbol hukuman mati bagi koruptor itu sendiri.
Hal yang sama juga dilakukan di kota Bengawan. Poster-poster setan koruptor digantung di jembatan Sriwedari pada 8 desember 2013. "Kami sudah geram dan muak dengan perilaku mereka", tandas koordinator aksi, Haristanto.
Dia menambahkan, "Negeri ini, KPK khususnya kesulitan menangkap mereka. Inilah cara wong Solo, kami menggantung memedi (hantu) koruptor. Maksudnya agar mereka yang akan melakukan korupsi takut".(Diar/Rep)

0 komentar:
Posting Komentar