Kamis, 19 Desember 2013 | 08.33

Kekecewaan Besar Publik Kepada Jokowi

Jatenpos.com, Kandidat Jokowi sebagai calon presiden benar-benar sudah menjadi harga mati. Ini bisa dibuktikan keyakinan dan semangat yang begitu besar dari masyarakat luas. Keyakinan tersebut akan semakin menguat saat pilpres 2014 nanti. Namun nampaknya para pendukung Jokowi harus siap-siap menelan kekecewaan besar atas wacana langkah PDIP terkait posisi Jokowi kedepan. 

Megawati - Jokowi adalah kandidat presiden dan wakil presiden yang akan diusung oleh PDIP untuk maju dalam pilpres 2014. Itu adalah langkah yang akan ditempuh oleh PDIP kedepan. Melihat posisi ini, tentu Jokowi bukan lagi sebagai capres melainkan hanya wakil dari Megawati yang sedang memanfaatkan popularitas Jokowi untuk kembali menduduki jabatan presiden pada periode 2014-2019. 

Melihat kondisi seperti ini, Soegeng Sarjadi Sydicate selaku pengamat politik mengomentari wacana tersebut. "2014 adalah momentum Jokowi. Bukan momentum Megawati. PDI-P perlu membaca tanda-tanda momentum ini", pungkas Sarjadi (16/12).

Sarjadi melanjutkan, "Jika PDI-P menginginkan menang dalam pemilu, maka Jokowi harus dicalonkan sebagai presiden. Artinya, jika sebagai wakil, Jokowi belum tentu menang"

Memang wacana yang berkembang tersebut dipelopori oleh dukungan dari internal partai PDIP itu sendiri. Sampai detik ini, wacana tersebut belum mendapat keputusan final dari Megawati karena masih harus menunggu hasil rapat Rakernas II PDIP. Jika benar wacana tersebut akan menjadi keputusan final, maka dapat dipastikan kekecewaan publik akan membesar terhadap Jokowi 

Sarjadi berusaha lebih meyakinkan bahwa elektabilitas Jokowi sangat tinggi sekali diatas Megawati dalam posisi sebagai capres bukan cawapres. Ini yang membuat mengapa publik akan menjadi sangat kecewa besar jika posisi Jokowi sebagai capres harus digantikan oleh Megawati. (Sandi/Kon)
Share this article :
Kunjungi : m.jatenpos.com langsung dari Ponsel Anda

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 Jatenpos.com - All Rights Reserved