Jatenpos.com, Jika ada sayembara untuk meninggalkan gadget, mungkin inilah sayembara tersulit untuk diikuti oleh masyarakat saat ini. Istilah ketinggalan dompet atau uang lebih baik dari pada ketinggalan gadget dapat dilihat dari gaya hidup masyarakat kita saat ini.
Mematikan semua gadget untuk melakukan olahraga, mediasi dan memperbaiki kualitas berkumpul dengan keluarga penting untuk dilakukan. Ini sebagai salah satu cara menterapi jiwa kita.
Motivasi dalam pribadi memang sangat kita butuhkan untuk tidak tergoda berlama-lama dengan gadget yang kita miliki. Apalagi untuk anak-anak usia dini. Mereka membutuhkan role model agar tidak berlama-lama mengenal "demam gadget" tersebut.
Kini saatnya kita lakukan pemusnahan gandget dengan cukun me-nonaktifkan gadget yang kita miliki dan keluarga setidaknya satu jam dalam sehari. Rencanakanlah kegiatan pengganti yang lebih mendekatkan kita dengan keluarga atau orang-orng disekitar kita pada saat itu.
Tindakan yang bisa dilakukan berupa jalinan komunikasi langsung. Kenikmatan menyerap pengalaman merupakan efek positif yang jauh lebih menarik. Untuk kebaikan kualitas diri kita dan keluarga, kita tidak perlu menggubris setiap komentar yang dilontarkan orang lain.
Cara praktis yang dapat dilakukan untuk mencegah komentar miring teresebut dengan membuat aturan bersama dalam satu komunitas "pemusnah Gadget". Tips ini dijelaskan seorang dokter dari Happiness Institute, Timothy Sharp. (Eka/Edt)

0 komentar:
Posting Komentar