Salam hangat Pak Irgi. Singkat saja pak. Bagaimana sih pak cara mengetahui cinta tulusnya seseorang? Saya takut jika ternyata hubungan yang saya jalani dengan pasangan saya tidak dilandasi rasa tulus. Apa salah jika kita yang sudah memiliki pasangan tetapi masih dekat dengan orang lain teman laki-laki lain? Mohon jawaban lengkapnya. Terima kasih pak sebelumnya.
Jawaban :
Baik mbak yang kurang memberikan identitas lengkap sebelumnya. Mohon lain waktu memberi keterangan identitas lengkap untuk kelengkapan data kami. Kami akan jamin sepenuhnya kerahasiaan data yang kami terima.
Perlu mbak ketahui sebelumnya bahwa cinta yang dijalin dalam suatu hubungan itu memiliki tingkatan-tingkatan berbeda. Perbedaan tingkatan tersebut pada umumnya terbagi berdasarkan tingkatan usia.
Pada tingkatan ABG, cinta yang dijalin diukur berdasarkan daya tarik sikap, fisik dan tutur kata. Anak-anak tidak terlalu memikirkan efek kedepan yang terlalu jauh karena mereka sedang menikmati apa yang ada dihadapan mereka saat ini. Entah masa depannya seperti apa, bagaimana keluarga pasangan sampai pada kekurangan pasangan apa yang belum diketahui tidak terlalu diprioritaskan, 'sekali cinta ya cinta'. Jenis cinta pada tahapan ini biasa disebut dengan 'cinta monyet/cinta buta' (bahasa gaulnya). Darisini, ukuran cinta sejati mereka lihat hanya dari segi kesetiaan diri saja. Padahal pada prakteknya, usia ABG adalah masa-masa yang paling labil (terutama bagi kaum adam) dan paling sulit mengendalikan diri jadi sering terjadi pertengkaran bahkan perselingkuhan tersembunyi bukan hal aneh bagi pasangan jenis ini.
Tingkatan selanjutnya adalah tingkatan kemapanan jiwa. Cinta pada tahapan ini bukan lagi diukur berdasarkan daya tarik fisik, tutur kata dan penampilan tapi lebih dari itu. Ketertarikan mereka ditekankan pada pola fikir, reaksi terhadap suatu keadaan tertentu bahkan sikap terhadap masalah. Pada tingkatan ini, laki-laki sangat dituntut kemampuannya untuk mengontrol emosi, menyelaraskan pemikiran dan menghargai pendapat pasangan serta kemampuan untuk menggambarkan masa depan yang jelas. Kesejatian cinta pada tingkatan ini diukur tidak hanya dari kesetiaan saja tetapi juga kematangan jiwa dan fikiran. Memang pasangan tingkatan ini tidak terlepas dari perselisihan, namun pengendalian emosi jiwa dan pola fikir yang sudah berkembang membuat masalah yang muncul lebih mudah diselesaikan dengan cara yang bijaksana.
Hemat saya, sebelum mengukur cinta tulusnya pasangan mbak, terlebih dahulu sadarilah diri-sendiri berada pada tingkatan yang mana. Dari situ akan terjawab secara otomatis. Kebanyakan dari kita terlalu menuntut orang lain tanpa menyadari bahwa kita sedang berada pada tahapan yang kesetiaannya masih perlu diragukan.
Mengenai pertanyaan soal kedekatan dengan lawan jenis itu biasanya merupakan masalah besar bagi pasangan ABG namun hal sepele bagi pasangan yang telah mapan jiwanya karena orang yang secara kejiwaan telah stabil akan mampu dan tau cara bersikap, memberi batas diri dan sejauh mana kedekatan dengan orang lain layak untuk dilakukan.
Perlu mbak ketahui sebelumnya bahwa tidak semua orang mampu mencapai kedewasaan yang matang karena ada orang yang usianya 19 tahun namun jiwanya sematang orang dewasa yang berusia 27 tahun begitu juga sebaliknya. Jadi berhati-hatilah dalam memilih pasangan, teman dan segala masukan yang anda terima karena itu sangat mempengaruhi perkembangan jiwa anda. Sering-seringlah bertukar fikiran dengan orang-orang yang mbak anggap dewasa dan memang betul-betul dewasa. Itu sangat membantu menumbuhkembangan pemikiran dan kematangan jiwa anda.
"kedewasaan bukan diukur dari usia tetapi dari kematangan jiwa & pola pikir"

0 komentar:
Posting Komentar