Jatenpos.com, Jakarta - Siapa yang tidak mengenal google, mesin pencari otomatis yang sangat populer sejak diciptakannya internet ini telah menguasai dunia informasi dari segala penjuru dunia bahkan diluar dunia sekalipun. Namun siapa sangka jika diantara sekian banyak kelebihan yang dimilikinya ternyata menyimpan ancaman besar bagi memori otak manusia.
Ancaman tersebut memang realistis, mengingat tingkat ketergantungan pada mesin pencari tersebut sudah sangatlah tinggi. Ini yang mengakibatkan manusia merasa tidak perlu lagi menggunakan memori otak sebagai tempat menyimpan segala bentuk informasi.
Sebuah jurnal bernama Scientific American menjelaskan bahwa para peserta penelitian lebih mudah mengingat suatu informasi yang telah hilang datanya dari mesin pencari (google) ataupun komputer seperti yang telah dilansir pada Daily Mail (25/11).
Seorang profesor psikologi dari Harvard University, Daniel Wegner menjelaskan, "menggunakan Google memberikan orang perasaan bahwa internet telah menjadi bagian perangkat kognitif mereka sendiri".
Dia menambahkan,"Penelitian kami menunjukkan bahwa kita memperlakukan internet seperti mitra transaksi memori (orang tempat kita berbagi informasi personal). Tampaknya kecenderungan membongkar informasi ke sumber digital sangat kuat sehingga orang sering tidak bisa memperbaiki detil dalam pikiran mereka saat ada teman siber". (Uno/Rep)
Sebuah jurnal bernama Scientific American menjelaskan bahwa para peserta penelitian lebih mudah mengingat suatu informasi yang telah hilang datanya dari mesin pencari (google) ataupun komputer seperti yang telah dilansir pada Daily Mail (25/11).
Seorang profesor psikologi dari Harvard University, Daniel Wegner menjelaskan, "menggunakan Google memberikan orang perasaan bahwa internet telah menjadi bagian perangkat kognitif mereka sendiri".
Dia menambahkan,"Penelitian kami menunjukkan bahwa kita memperlakukan internet seperti mitra transaksi memori (orang tempat kita berbagi informasi personal). Tampaknya kecenderungan membongkar informasi ke sumber digital sangat kuat sehingga orang sering tidak bisa memperbaiki detil dalam pikiran mereka saat ada teman siber". (Uno/Rep)

0 komentar:
Posting Komentar