Jatenpos.com, jakarta - Diantara banyak masalah yang terjadi di Jakarta, banjir adalah salah satu masalah rumit dan pelik untuk difikirkan.
Terbukti selama beberapa dekade masa pergantian kepemimpinan, Jakarta selalu tidak bisa lepas dari banjir. Untuk mengatasi hal tersebut Jokowi memiliki inisiatif tersendiri.
Pada hari jum'at kemarin (11/10), Jokowi berinisiatif mengadakan pertemuan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk "menggodog" strategi pengendalian curah hujan pada bulan desember mendatang.
"Memang saya tadi minta kepada BNPB, kita minta siapkan yang modifikasi cuaca. Mau kita mulai dari Januari-Maret. Itu prediksi puncak musim hujan nanti," kata Jokowi di Balaikota.
Langkah yang akan ditempuh berupa penaburan NaCL (garam dapur yang diolah menjadi tepung) disemai dari atas awan yang mengarah ke Jakarta. Untuk merealisasikan program ini, BNPB membutuhkan dana 18 miliar. Dana berjumlah 'fantastis' itu tidak 'menyulutkan' niat jokowi untuk merealisasikannya.
"Memang anggarannya besar, tetapi pengalaman kemarin dan kita lihat laporan dari BNPB memang memberikan pengaruh yang besar. Ini mampu mengurangi hujan dan menyisihkan hujan ke daerah lain atau dibuang ke laut," kata Jokowi.
Tidak hanya pengendalian cuaca, Jokowi juga menegaskan akan melakukan normalisasi kali waduk untuk menampung tingginya volume air hujan pada bulan desember nanti. "Sebagian kali dan waduk sudah dikeruk.
Kalau dilihat dari prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan BNPB, memang akan hujan deras, tetapi tidak sampai menimbulkan banjir besar," kata Jokowi.

0 komentar:
Posting Komentar